JAKARTA--MICOM: Mata uang rupiah pada awal pekan (Senin, 6/2) sore bergerak melemah sebesar 15 poin terhadap dolar AS seiring dengan melemahnya mayoritas nilai tukar di negara kawasan Asia.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakartabergerak melemah 15 poin ke posisi 8.975 dibanding sebelumnya 8.960 per dolar AS.
"Mata uang euro bergerak melemah, posisi itu memberi efek negatif pada mata uang Asia termasuk rupiah," kata Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada di Jakarta.
Ia menambahkan, hambatan pemberian dana talangan untuk Yunani dari The Troika (pemantau Bank Eropa) kembali memberi dampak negatif bagi pasar finansial global sehingga kepercayaan pelaku pasar mereda. "Hambatan The Troika untuk memberi dana talangan Yunani memberi
kepercayaan pasar turun sehingga investor pasar uang cenderung kembali memegang dolar AS untuk menjaga asetnya," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, nilai tukar dalam negeri yang sudah menguat cukup signifikan terhadap dolar AS pada pekan lalu sudah masuk dalam area jenuh jual (
oversold). Ia mengatakan, dolar AS mendapatkan sentimen positif dari adanya laporan manufaktur regional yang rata-rata mengalami peningkatan di atas ekspektasi.
"Positifnya laporan manufaktur regional memicu penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Apresiasi dolar AS juga dipicu pernyataan The Fed bahwa pengeluaran produksi dan aktivitas pasar tenaga kerja AS masih belum pasti positif sehingga pasar berbalik arah agak pesimistis dan beralih ke aset dolar AS," ujarnya. (Ant/OL-01)