Warga Tiga Dusun Gunakan Jembatan Darurat dari Bambu
Penulis : Achmad Safuan
Selasa, 07 Februari 2012 12:17 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

SEMARANG--MICOM: Jembatan di atas sungai Jragung, anak sungai Klampok di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sepanjang 30 meter dan lebar tiga meter masih menggunakan jembatan darurat dari bambu, sehingga warga tiga dusun mengalami kesulitan transportasi. Ketiga dusun itu adalah Kedung Glatik, Borangan dan Sapen, Desa Candirejo, Semarang.

"Robohnya itu cukup menyulitkan warga kami, karena  untuk menjangkau ibu kota bupaten di Ungaran kami harus memutar melalui Karangawen, Demak, kemudian ke Kota Semarang dengan jarak yang cukup jauh," kata Haryono, 43, warga Desa Kedung Glatik, Selasa (7/2).

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Candirejo Mimin Triwidiyati, jarak tempuh akibat jembatan roboh hingga tiga jam perjalanan karena harus memutar. Padahal, dengan adanya jembatan itu, untuk menjangkau Ungaran hanya dibutuhkan waktu setengah jam perjalanan menggunakan kendaaraan.

Meskipun hingga kini telah dibangun jembatan darurat dari bambu, demikian Mimin Triwidiyati, kondisinya cukup rawan roboh, sehingga warga harus berhati-hati menyeberang, karena arus sungai yang ada di bawahnya dapat meningkat mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

Secara terpisah, Bupati Semarang Munjirin mengatakan, untuk sementara, Pemkab Semarang hanya membangunkan jembatan darurat sebagai pengganti jembatan yang roboh, karena menyangkut dana anggaran yang terbatas.

"Kami tidak akan kembali membangun jembatan itu, tetapi sebagai pengganti akan menebas bukit di sebelahnya sehingga tidak diperlukan lagi jembatan," kata Munjirin.

Dengan anggaran yang tidak terlalu jauh berbeda, demikian Munjirin, penebasan bukit untuk lalu lintas sebagai pengganti jembatan lebih efektif dalam jangka panjang, karena itu pilihan yang terbaik.

Untuk sementara sampai penebasan bukit selesai, warga tiga dusun hanya dapat memanfaatkan jembatan darurat yang ada.

Penebasaan bukit, menurut Munjirin, akan dimulai pembangunannya pada tahun ini, namun keterbatasan anggaran yang ada, Pemkab Semarang masih menunggu kucuran dana dari APBD Jateng dean bantuan dari pusat.

"Saya telah mengajukan permohonan bantuan untuk pembangunan jalan pengganti jembatan yang roboh tersebut, diperkirakan memerlukan dana hingga puluhan miliar," tambahnya. (AS/OL-10)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 22:27 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 20:46 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 18:21 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 18:16 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 17:45 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 17:36 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 17:17 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 14:22 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 14:15 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 14:09 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 13:21 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 13:00 WIB


   Index Berita