ROMA--MICOM: Italia melakukan langkah darurat untuk menghemat pasokan gas akibat cuaca dingin yang terjadi di sejumlah negara Eropa.
Sejumlah langkah dilakukan sebagai antisipasi berkurangnya pasokan gas impor dari Rusia ke Italia, padahal di dalam negeri permintaan meningkat. Rusia merupakan salah satu pemasok gas utama bagi sejumlah negara Eropa termasuk Italia.
Sejumlah pembangkit listrik akan beralih menggunakan bahan bakar minyak dan pasokan gas untuk beberapa industri akan dikurangi, agar penduduk cukup mendapatkan gas untuk pemanas ruangan.
Perusahaan besar pengekspor gas Rusia - yang memasok sekitar seperempat gas alam ke Eropa - menghadapi peningkatan permintaan gas dari pasar domestik karena cuaca ekstrem.
Menteri Perindustrian Italia Corrado Passera menggambarkan situasi kritis yang akan dibicarakan oleh pejabat pemerintah dan industri dalam pertemuan di Roma. Pembicaraan lanjutan akan dilakukan Selasa ini.
Setidaknya 24 orang tewas akibat suhu dingin yang mencapai minus 10 derajat celcius di Milan dan salju tebal menutup koloseum Roma.
Namun, pemasok energi Italia, Eni, mendesak konsumen gas pribadi untuk sebisa mungkin mengurangi pemakaian energi.
"Ini merupakan kondisi yang sulit," kata juru bicara Eni, Gianni di Giovanni.
Kepala eksekutif Eni Paolo Scaroni mengatakan: "Kami dalam (situasi) darurat dan kami merespon situasi darurat ini dengan meningkatkan gas impor dari Aljazair dan Eropa Utara melalui Swiss.
"Kami tidak akan punya masalah sampai Rabu," kata dia kepada news channel Radio 24.
Italia mengimpor sekitar 90% kebutuhan gas dan 30% di antaranya berasal dari Rusia.
Sementara itu, cuaca ekstrem di Eropa menyebabkan lebih dari 200 orang meninggal. Sebagian besar korban adalah tuna wisma di Ukraina dan Polandia.
Meningkatkan kebutuhan gas ini menyebabkan harga meningkat 24% di Inggris. (BBC/OL-3)