Finansial
Perlu Peluru Khusus Tembak Bunga Kredit UMKM
Penulis : Gayatri
Selasa, 07 Februari 2012 18:21 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

JAKARTA--MICOM: Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Sigit Pramono mengatakan tembakan terhadap penurunan suku bunga harus lebih terarah. Seharusnya, arahan untuk menurunkan suku bunga diarahkan pada suku bunga kredit UMKM.

Tembakan untuk menurunkan suku bunga kredit ke satu digit, yakni permintaan Kadin untuk 8%, tidak bisa diarahkan untuk semua kredit. Karena, pada kenyataannya, beberapa korporasi besar sudah menerima kredit pada kisaran 8%. Kredit konsumer seperti KPR di beberapa bank pun sudah dikenakan suku bunga pada kisaran tersebut.

"Yang perlu duduk bersama itu UMKM. Jadi fokus, tidak terlalu banyak yang ditembak." tukas Sigit pada wartawan ketika ditemui di Jakarta, Selasa (7/2).

Untuk menurunkan suku bunga kredit UMKM, kata Sigit, yang diperlukan merupakan persaingan. Persaingan akan menciptakan mekanisme pasar di mana margin keuntungan akan semakin tertekan.

Dengan demikian, suku bunga pasti turun, walaupun tetap akan tinggi karena perhitungan risiko kredit yang lebih tinggi. "Kalau di sektor UMKM hanya 2-3 bank, jangan salahkan mereka kalau marginnya tinggi," sergah Sigit.

Sebetulnya, menurut Sigit, bagi UMKM sendiri bunga bisa jadi bukan masalah utama. Masalah yang paling utama merupakan akses dan kemudahan mendapatkan modal. Sebab, UMKM mempunyai margin keuntungan yang cukup besar.

"Kenapa masih ada BPR yang bisa mengutip 36%, itu karena bagi dia (UMKM) mudah untuk meminjam sekitar Rp20 juta-Rp30 juta saja ke sana," katanya. (GA/OL-9)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Jumat, 25 Mei 2012 18:12 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 16:16 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 14:57 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 13:29 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 11:01 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 21:00 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 17:25 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 17:06 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 14:44 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 11:21 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 10:39 WIB
Kamis, 24 Mei 2012 02:20 WIB


   Index Berita