Ekonomi
Saatnya Mendorong Ketahanan Pangan
Penulis : Ayomi Amindoni
Selasa, 07 Februari 2012 22:32 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

JAKARTA--MICOM: Penduduk dunia mengalami pertumbuhan tiap tahunnya. Namun sayangnya, pertumbuhan penduduk yang pesat tidak sebanding dengan ketersediaan lahan dan produksi pertanian.

Maka dari itu, diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang, dunia akan mengalami krisis pangan. Bahkan kini, krisis pangan mulai membayangi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto menilai krisis pangan yang terjadi tidak hanya dihadapi oleh negara miskin, tetapi juga oleh negara-negara maju baik di Asia Maupun di Eropa.

Hal ini dikarenakan pasokan pangan dari negara berkembang ke negara maju terus mengalami kemerosotan karena berbagai faktor.

"Di lain pihak, negara maju sendiri memilki kesulitan dalam menyediakan bahan pangan karena masalah kekurangan lahan serta iklim yang tidak menentu," ujar Suryo dalam sambutannya pada acara Jakarta Food Security Summit 2012 di JCC, Jakarta, Selasa (7/2).

Dituturkan oleh Suryo, faktor-faktor yang mempengaruhi krisis pangan antara lain faktor iklim yang mengalami perubahan drastis, krisis energi, pemanfaatan pangan untuk energi. Krisis politik di beberapa negara serta krisis ekonomi dan moneter yang terjadi di belahan bumi bagian barat juga menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Selain itu, laju kerusakan lingkungan yang terus meningkat, pertumbuhan ekonomi yang mendorong penggunaan tambahan lahan untuk industri dan pemukiman. "Di balik tantangan-tantangan tersebut, kita memiliki potensi besar untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan di Indonesia," tuturnya.

Karena itu, diperlukan peran serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) baik pemerintah, pengusaha dan petani untuk memenuhi kebutuhan pangan yang berkelanjutan. "Dunia usaha menyadari sepenuhnya bahwa upaya memenuhi pangan secara berkelanjutan pada tingkat nasional merupakan komitmen yang luar biasa besar," tegas Suryo. (AI/OL-9)



Share |

Advertisement
Advertisement