PADANG--MICOM: Intensitas hujan mulai Februari hingga Maret 2012 diprediksi kembali tinggi di Sumatra Barat. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta pemerintah dan warga Sumbar mewaspadai berbagai bencana akibat hujan.
"Mulai Februari ini intensitas hujan kembali tinggi, diperkirakan 150 hingga 200 milimeter per bulan. Dua bulan ini akan sering terjadi hujan, sehingga diminta mewaspadai bencana banjir, longsor, dan banjir bandang," kata Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur Amarizal, Selasa (7/2).
Hujan di daratan Sumbar, menurutnya, akibat angin yang bertiup dari barat laut membawa uap air. Tekanan udara di Khatulistiwa (daratan Sumbar) lebih rendah, sehingga angin bertiup ke darat dengan membawa uap air, sehingga membuat pertumbuhan awan jadi tinggi dan kemudian menimbulkan hujan.
Selain bencana akibat hujan, menurut Amarizal, juga perlu diwaspadai angin kencang serta badai yang bisa menimbulkan gelombang tinggi. "Sementara itu, tinggi gelombang antara Mentawai dengan daratan Sumbar sekitar dua hingga 2,5 meter. Di Samudera Hindia mencapai empat meter," ujarnya.
Di sisi lain, Koordinator Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana Sumbar Ade Edward mengatakan setiap petugas penanggulangan bencana di Sumbar masih siaga darurat hingga bulan ini. Siaga darurat itu berlangsung sejak Desember 2011.
Terkait hujan deras yang kembali mengguyur Sumbar sejak Selasa (7/2), menurut Ade, seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Sumbar menyiagakan petugas 24 jam agar bila terjadi bencana, bisa cepat digerakkan.
"Melihat topografi, seluruh wilayah Sumbar berpotensi terkena longsor dan banjir bandang, kecuali Kota Payakumbuh. Sementara itu,yang berpotensi banjir hampir seluruh kabupaten/kota, kecuali Kota Bukittinggi dan Padang Panjang," jelasnya. (HR/OL-01)