Ekonomi
Ketahanan Pangan Terkait Erat dengan Produksi
Penulis : Ayomi Amindoni
Rabu, 08 Februari 2012 05:54 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

Ketahanan Pangan Terkait Erat dengan Produksi
ANTARA/Yusran Uccang/rj
JAKARTA--MICOM: Ketahanan pangan akan sulit tercapai jika bertambahnya jumlah penduduk dengan pola konsumsi berlebihan tidak diiringi peningkatan produksi pangan. Kendala dalam hal agrikultur dinilai sebagai penghambat dalam peningkatan produksi pangan, sementara itu pola konsumsi masyakarat justru meningkat.

Kondisi ini memaksa pemerintah melakukan kebijakan impor demi menjaga kecukupan pasokan. Namun untuk mengerem produk impor pemerintah menggalakan perubahan pola konsumsi melalui diversifikasi pangan.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menuturkan, strategi upaya pengendalian ketersediaan bahan pangan sudah banyak dilakukan, namun ketergantungan Indonesia terhadap beberapa bahan pangan impor seperti beras dan gula masih sangat tinggi dan terus mewarnai kebijakan pemerintah.

"Perubahan pola konsumsi masyarakat harus didukung oleh pendekatan yang realistis terhadap aksesibilitas dan keterjangkauan harga pangan alternatif, termasuk bahan pangan protein unggulan seperti daging sapi,"ujar Gita dalam Food Security Summit 2012, Jakarta, Selasa (7/2).

Dituturkannya, pola konsumsi beras dan gula yang berlebihan manjadikan Indonnesia sebagai negara dengan penderita diabetes terbesar di seluruh dunia berdasarkan data WHO. "Mulailah kita mensubstitusi beras dengan singkong, ubi dan bahan pangan lainnya seperti daging dan ikan yang lebih mengandung protein. Namun mengubah pola konsumsi perlu penyikapan fiskal dan sosialisasi agar bisa terjadi," tambah Gita. (AI/OL-04)





Share |

Advertisement
Advertisement