LONDON--MICOM: Bek Manchester City Micah Richards mengaku tidak lagi berkicau di situs mikroblog Twitter karena menjadi korban rasisme.
Seperti yang diberitakan koran Daily Mail, Minggu (12/2), pesepakbola itu menyatakan telah memutuskan untuk menutup akun Twitter-nya karena diserang secara rasisme oleh sejumlah orang.
Tahun lalu polisi juga menginvestigasi kasus komentar bernada rasisme terhadap halaman pesepakbola tim nasional Inggris tersebut. Serangan nada rasisme di investigasi polisi pada bulan November lalu dan diyakini ditulis oleh seseorang yang beralamat di Lincolnshire.
Saat itu, Polisi Lincolnshire juga menulis peringatan di Twitter kepada siapapun untuk tidak mencoba menulis komentar rasisme.
Mereka menyatakan ''menghapus komentar juga tidak akan berguna'' karena polisi masih bisa menelusuri pelaku.
Seorang juru bicara Manchester City mengatakan klub mengetahui bahwa polisi menginvestigasi masalah itu.
Masalah rasisme di sepak bola di Inggris akhir-akhir ini disoroti karena melibatkan sejumlah pemain top Liga Primer.
Penyerang Liverpool Luis Suarez dihukum larangan bertanding delapan kali setelah dinyatakan bersalah karena memanggil bek Manchester United Patrice Evra dengan ejekan rasisme.
Dan baru-baru ini FA memutuskan untuk mencabut posisi kapten dari John Terry karena dugaan pelecehan rasial terhadap pemain belakang QPR Anton Ferdinand.
Kasus ini juga menyebabkan Fabio Capello mundur dari jabatan sebagai manajer tim nasional Inggris karena menilai tuduhan terhadap Terry semestinya dibuktikan terlebih dahulu di pengadilan. (bbc.com/OL-2)