JAKARTA--MICOM: PT Pertamina meraih laba bersih sebelum diaudit tahun 2011 sebesar Rp25,01 triliun.
Juru Bicara Pertamina M Harun dalam siaran pers di Jakarta, Senin (13/2), mengatakan, laba bersih itu 118 persen dari target Rencana Kegiatan dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2011 sebesar Rp21,16 triliun.
"Saat ini, proses audit laporan keuangan masih berlangsung dan diperkirakan tuntas awal Maret 2012," katanya.
Ia mengatakan, hampir seluruh anak perusahaan membukukan laba bersih, bahkan 13 dari 18 anak perusahaan melampaui target RKAP 2011 yang secara keseluruhan ditargetkan Rp21,16 triliun.
Ke-13 anak perusahaan yang melebih target laba bersih adalah PT Pertamina EP, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Pertamina EP Cepu, PT Pertagas, PETRAL, PT Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental, PT Pertamina Retail, PT Pertamina Dana Ventura, PT Pertamina Bina Medika, PT Patra Jasa, dan PT Pertamina Training & Consulting.
Pencapaian laba bersih terbesar adalah dari anak perusahaan sektor hulu yaitu sebesar Rp24,01 triliun atau mencapai 96% dari total laba bersih seluruh anak perusahaan.
Adapun, pencapaian laba bersih anak perusahaan sektor hilir mencapai Rp702 miliar, sedangkan laba bersih
unaudited anak perusahaan
noncore mencapai Rp293 miliar.
"Tingginya laba bersih tersebut ditunjang pendapatan operasi anak perusahaan selama tahun buku 2011
unaudited sebesar Rp371,17 triliun," ujar Harun.
Pendapatan tersebut disumbang anak perusahaan sektor hulu sebesar Rp72,11 triliun, hilir Rp296,01 triliun, dan Rp3,05 triliun.
"Realisasi EBITDA anak perusahaan sektor hulu Rp46,11 triliun atau mencapai 102% dari RKAP 2011, hilir Rp926,78 miliar atau 144%, dan
noncore mencapai Rp623,88 miliar," katanya.
Namun, lanjutnya, sebagian dari keuntungan tersebut tergerus kerugian pendistribusian BBM bersubsidi dan juga elpiji nonsubsidi.
Pada 2011, Pertamina mencatat produksi minyak mentah 74, 6 juta barel, gas 558,6 miliar kaki kubik, dan uap 54,03 juta ton. (Ant/Ol-3)