KUTA--MICOM: Pemeriksaan sampel urine terhadap sejumlah pilot dari berbagai maskapai penerbangan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, dilakukan secara tertutup tanpa diketahui oleh umum.
Di sela-sela Deklarasi Asosiasi Ground Handling Indonesia (AGHI) di Kuta, Senin (13/2) malam, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan hal tersebut.
"Kami telah melakukan uji petik urine terhadap pilot tersebut dari berbagai maskapai di Bandara Ngurah Rai untuk mengetahui apakah ada yang terindikasi menggunakan narkoba," katanya.
Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tertutup itu, tidak diperoleh adanya pilot yang menggunakan barang haram tersebut.
"Semuanya bersih tidak ada yang terindikasi menggunakan zat terlarang sehingga dapat mengancam penerbangan," ujarnya.
Akan tetapi Bambang tidak menjelaskan secara terperinci berapa jumlah pilot yang diperiksa dan dari maskapai penerbangan mana saja.
Bambang mengatakan, terkait kasus penggunaan narkoba yang dilakukan oleh pilot sebuah maskapai penerbangan nasional beberapa waktu lalu, pihaknya tengah melakukan pengkajian untuk menentukan apakah akan ada sanksi yang diberikan kepada maskapai penerbangan tersebut.
"Apabila ada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan yang membiarkan pilotnya sampai menggunakan narkoba maka tentunya kami akan memberikan sanksi," katanya.
Seperti diketahui Badan Narkotika Nasional menggerebek seorang pilot dari maskapai penerbangan swasta nasional yang kedapatan mengisap sabu-sabu di sebuah kamar Hotel Garden Palace, Surabaya, Sabtu (4/2).
Dari tangan pilot berinisial SS, 44, warga Serpong, Tangerang, Banten, itu petugas menyita barang bukti berupa satu paket sabu-sabu seberat 0,4 gram yang sudah dikemas siap pakai. (Ant/OL-2)