Ilustrasi -- ANTARA/Arief Priyono/wt
MAMUJU--MICOM: Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulawesi Barat akan membuat kurikulum pendidikan yang berkaitan dengan budi daya dan pengembangan tanaman kakao di Provinsi Sulbar.
"Diknas Sulbar sementara ini sedang mendesain kurikulum yang berkaitan dengan upaya pengembangan dan budi daya tanaman kakao," kata Kepala Diknas Sulbar Jamil Barambangi, di Mamuju, Selasa (14/2).
Dikatakan Jamil Barambangi, kurikulum yang akan disusun itu akan diberlakukan pada sekolah menengah industri kakao (SMIK) yang dibangun pemerintah di Sulbar pada tahun ini.
"Kurikulum pembudidayaan dan pengembangan tanaman kakao tersebut akan diberlakukan pada SMIK pertanian kakao agar siswa di sekolah itu dapat meningkatkan produksi kakao yang menjadi tanaman andalan petani di Sulbar," katanya.
Menurut dia, SMIK pertanian kakao nantinya akan mencetak siswa yang menguasai cara mengembangkan tanaman kakao agar kakao Sulbar dapat semakin meningkat mutu dan kualitasnya.
"Pemerintah di Sulbar telah menyiapkan lahan sekitar 15 hektare untuk membangun SMIK kakao di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju tahun ini," katanya.
Pemerintah di Sulbar menyiapkan lahan sekitar 15 hektare untuk membangun SMK pertanian kakao di Kecamatan Kalukku sebagai sarana pendidikan untuk membangun pendidikan bagi siswa agar memahami pertanian kakao.
Jamil mengatakan bahwa pembangunan SMK kakao tersebut merupakan bagian dari rancangan pembangunan pendidikan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulbar dengan memaksimalkan pendidikan berbasis teknologi.
"SMK pertanian kakao yang dibangun pemerintah merupakan pendidikan berbasis teknologi yang tujuannya untuk memaksimalkan pembangunan sumber daya manusia untuk dapat memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam di bidang pertanian, khususnya kakao," katanya.
Menurut dia, kakao merupakan komoditas andalan pertanian di Sulbar dengan luas sekitar 185.000 hektare dengan tingkat produksi sekitar 140.000 ton per tahun sehingga harus dikelola dengan maksimal melalui pertanian padat teknologi.
"Untuk dapat melakukan pengelolaan pertanian dengan sistem pertanian padat teknologi, maka pemerintah terlebih dahulu membangun sumber daya manusia yang akan mengelolanya dengan SMK pertanian kakao yang akan dibangun ini," katanya. (Ant/OL-10)