Perluasan Bandara Tampa Padang Terancam Terhambat
Penulis : Farhan Mattapa
Selasa, 14 Februari 2012 11:43 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

MAJENE--MICOM: Rencana pembangunan perluasan Bandar Udara (Bandara) Tampa Padang, Mamuju, terancam terhambat. Warga setempat merasa keberatan pembangunan dilanjutkan sebelum tanah mereka dibebaskan.

Menurut rencana, pihak bandara akan menambah landasan pacu atau runway sepanjang 250 meter. Namun, jika hal itu dilakukan, akses jalan yang menghubungkan Lingkungan Labuang, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, dengan jalan Trans-Sulawesi akan tertutup.

"Kami warga Labuang merasa sangat keberatan bilamana jalan yang menjadi akses ke tempat kami ditutup sebelum lahan masyarakat diganti rugi atau dibebaskan. Jalan itu adalah jalan satu-satunya yang bisa kami gunakan," ujar mantan Kepala Lingkungan Labuang, Pandel Tawang, Selasa (14/2)

Selain itu, lanjut Pandel, warga juga merasa khawatir dan was-was karena secara otomatis daerah mereka akan terisolasi serta sarana dan prasarana semakin sulit untuk diakses mulai dari transportasi, transaksi jual-beli terutama hasil tangkapan laut.

"Tidak hanya itu, sekolah yang ada di wilayah kami juga akan mendapat dampak negatif bilamana pemerintah tetap menutup jalan tersebut. Pasalnya, pendidikan anak-anak kami akan terhambat yang tentunya sangat merugikan masa depan mereka dan keluarga kami," katanya.

Pandel mengaku pihak Pemerintah Provinsi Sulbar pada 2011 lalu telah menjanjikan akan segera merelokasi warga Labuang. Namun, hingga saat ini, rencana tersebut belum terealisasi.

"Kami minta agar lahan kami dibebaskan dulu sebelum pembangunan bandara dilanjutkan," harapnya.

Menurut informasi yang diterima, masih ada sekira kurang lebih 50 haktare lahan dan empang yang akan dibebaskan. Dalam areal tersebut, terdapat 127 bangunan berupa rumah, sekolah dan masjid.

"Jadi yang akan terkena relokasi itu sebanyak 152 keluarga," ungkap Pandel.

Sementara itu, Kepala Bandara Tampa Padang Mamuju A Wahyu AB mengaku akan membuat jembatan dan jalan alternatif disekitar bandara. Menurutnya, jembatan dan jalan itu sebagai pengganti akses jalan yang selama ini digunakan warga Labuang.

"Jadi biarkanlah kami bekerja sambil menunggu proses pembebasan lahan itu. Bagaimanapun, pembangunan jembatan dan jalan itu pasti memakan waktu yang lama," tutur Wahyu, yang sangat optimistis akan mendapatkan solusi dari persoalan tersebut. (FH/OL-10)

Share |

Advertisement
Advertisement