10.750 Pekerja Anak akan Ditarik dan Disekolahkan
Penulis : Thalita Rahma
Selasa, 14 Februari 2012 11:50 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

JAKARTA--MICOM: Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menargetkan sebanyak 10.750 pekerja anak akan ditarik dan didampingi untuk masuk ke dunia pendidikan.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Pemeliharaan Ketenagakerjaan Muji Handaya di sela-sela acara Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Pengurangan Pekerja Anak dalam Rangka Mendukung Keluarga Harapan (PPA-PKH) 2012, di Jakarta, Senin (13/2)

Muji mengatakan ada peningkatan sebesar 7.750 atau sekitar 3 x lipatnya dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah 3.000 pekerja anak yang telah ditarik.

"Namun, jumlah ini jika dibandingkan jumlah pekerja anak yang ada memang jumlah ini belum begitu signifikan jumlahnya. Data menurut BPS sekitar 171.000 pekerja anak yang sudah terdeteksi," katanya.

Ia menyatakan Kemenakertrans akan terus bersinkronisasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk terus menarik pekerja anak agar masuk ke pendidikan.

"Tanggapan dari Kemendikbud memang seperti itu bahwa akan menerima pekerja anak yang telah ditarik untuk masuk ke pendidikan," ujar Muji.

Muji mengungkapkan Kemenakertrans telah menyiapkan dana sebesar Rp70 miliar untuk pelaksanaan ini.

"Dana tersebut untuk 21 provinsi yang mencakup 48 Kabupaten atau Kota. Kalau jumlah shelternya 358 dengan 1.075 pendamping," ungkapnya.

Ia menjelaskan, Kemenakertrans akan terus melakukan sinkronisasi dengan Kemendikbud. Seperti, setelah pekerja anak itu ditarik dari pekerjaannya kemudian Kemenakertrans akan mempersiapkan mereka untuk masuk pendidikan.

"Lalu nanti Kemendikbud akan menerima mereka kedalam sekolah. Baik formal maupun informal. Ya kita usahakan karena mereka datang dari keluarga sangat miskin diharapkan mendapatkan beasiswa. Nanti di daerah bagaimana tim ini bekerja antara ketenagakerjaan dan sektor pendidikan mudah-mudahan sukses," jelas Muji. (*/OL-10)

Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Sabtu, 26 Mei 2012 00:58 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 23:21 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 22:58 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 22:35 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 21:40 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 21:00 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 19:51 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 16:33 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 15:49 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 14:52 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 11:06 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 09:14 WIB


   Index Berita