JAKARTA--MICOM: Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad mengatakan ada dua nama yang menguat di Golkar untuk dijagokan pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta, 11 Juli mendatang. Kedua nama itu adalah anggota DPR yang duduk komisi I Tantowi Yahya dan Ketua DPD DKI Jakarta Partai Golkar Prya Ramadhani.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut mengatakan, dengan jumlah kursi yang sedikit di DPRD Jakarta, Golkar harus mengambil langkah jitu dalam memilih calon, sekaligus mengajak partai lain berkoalisi.
"Calon yang mesti dipertimbangkan adalah calon yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi. Supaya bisa mengajak partai lain untuk berkoalisi, apalagi partai Golkar hanya punya tujuh kursi di DPRD DKI (Jakarta)," ujar Fadel di Jakarta, Selasa (14/2).
Senada dengan pernyataan Fadel, pengamat politik UI Abdul Gafur Sangdaji menilai Golkar memang harus secara jernih dan obyektif memilih kader Partai Golkar terbaik yang akan diusung menjadi pemimpin DKI Jakarta. Selama ini, yang menjadi acuan Partai Golkar dalam memilih kandidat yang diusung adalah hasil survei.
"Itulah yang harus menjadi patokannya," kata Gafur.
Hasil survei secara umum masih menempatkan petahana Gubernur DKI Fauzi Bowo dalam papan atas tingkat popularitas dan elektabilitas. Untuk itu, penantang Foke, panggilan Fauzi Bowo, harus sama kuatnya dalam survei.
"Siapa pun yang hendak menantang Foke pasti membutuhkan Tantowi. Dari berbagai hasil survei, praktis hanya Tantowi yang berpeluang besar, baik sebagai gubernur maupun wakil gubernur" kata Gafur.
Berdasarkan tahapan Pemilu k=Kada DKI Jakarta sesuai Keputusan KPU Provinsi DKI Nomor 01/Kpts/KPU-Prov-010/2011, pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 melalui jalur partai politik akan berlangsung 13-19 Maret 2012.
Kecuali PKS dan Hanura, sampai hari ini hampir sebagian besar partai politik belum mengajukan siapa calon gubernur dan wakil gubernur yang akan mereka ajukan. Partai harus memenuhi kuota 15 kursi DPRD untuk mengajukan calonnya. Hanya ada dua partai yang bisa mengajukan calonnya tanpa harus berkoalisi, yakni Partai Demokrat dan PKS. (OX/OL-10)