JAKARTA--MICOM: Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Selasa (21/2) sore melemah 35 poin dipicu ketidakpastian terhadap pemberian dana talangan bagi Yunani dalam menyelesaikan utangnya.
Nilai tukar rupiah ditransaksikan pasar spot mata uang antarbank Jakarta Selasa sore melemah sebesar 35 poin ke posisi 9.035 dibandingkan dengan sebelumnya di 8.990 per dolar AS.
"Pergerakan mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing, termasuk dolar AS, masih terpengaruh oleh Yunani terkait kesepakatan pemberian dana
bailout, belum adanya ketidakpastian memicu rupiah tertekan," kata analis pasar uang dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova di Jakarta.
Ia menambahkan, di tengah ketidakpastian itu investor akan cenderung memegang nilai tukar berkategori
safe haven salah satunya dolar AS. "Pelaku pasar uang tidak mau mengambil risiko dengan menempatkan dananya pada
emerging market yang cenderung mempunyai risiko tinggi," katanya.
Meski beberapa pelaku pasar mengaku optimistis akan terjadi kesepakatan dalam perjanjian pemberian dana talangan bagi Yunani, hal itu belum dinilai cukup dikarenakan suhu politik disana yang belum stabil. "Kondisi politik di sana belum stabil. Hal itu membuat mayoritas pelaku pasar masih cenderung memegang dolar AS meski sebagian ada juga yang optimisme akan terjadi kesepakatan pemberian dana
bailout," ujar Rully.
Ia meyakini rupiah dalam waktu dekat akan kembali menguat (
rebound) dipicu akan adanya kesepakatan pemberian dana talangan untuk menangani krisis utang Yunani. (Ant/OL-01)