REUTERS/Esam Al-Fetori/sa
KAIRO--MICOM: Para pemain Al Ahly sempat mengheningkan cipta selama satu menit sebelum melakukan sesi latihan pertama sejak 74 penonton tewas pada tiga pekan lalu dalam kerusuhan pascalaga melawan Al-Masry di Port Said.
Dalam laporan di laman daring resmi klub tersebut, www.el-ahly.com, disebut bahwa sejumlah pemain tidak hadir dalam latihan karena masih memberi laporan kepada polisi terkait kerusuhan pada 1 Februari yang menyebabkan sekitar 1.000 orang cedera.
Sebelumnya, sesi latihan pertama akan digelar pada Jumat (17/2) namun dibatalkan karena sejumlah pemain masih menjalani konseling psikologis.
Arsitek Manuel Jose yang merupakan pemegang rekor kemenangan terbaik di Mesir mengenakan pita hitam saat memimpin latihan.
Jose menyebut dia dan para pemain Al Ahly berencana untuk menyumbangkan sebagian gaji mereka bagi yayasan yang didirikan untuk membantu para korban kerusuhan tersebut.
Adapun masa depan gelandang Mohamed Barakat masih tidak jelas setelah gelandang berusia 35 tahun itu menyatakan pensiun dari sepak bola karena trauma akibat kerusuhan tersebut.
Direktur Olahraga Al Ahly Sayed Abdel-Hafiz mengaku masih berusaha mendesak Barakat untuk membatalkan niatnya itu.
"Barakat sangat menderita pascakerusuhan di Port Said. Namun, saya memandang keputusannya untuk pensiun sebagai keputusan emosional. Kami masih membutuhkan Barakat bukan hanya karena dia pemain apik namun dia adalah ikon klub ini. Saya masih berharap untuk membujuk dia membatalkan pengunduran dirinya itu," papar Abdel-Hafiz.
Pemain lainnya termasuk Mohamed Abou-Treika, Emad Meteab, dan Sherif Ekramy juga menegaskan akan pensiun dari sepak bola kecuali pelaku kerusuhan diadili. (Reuters/OL-12)