JAKARTA--MICOM: Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (22/2) sore kembali melemah 10 poin seiring dengan respon pelaku pasar yang tidak terlalu reaktif pascakesepakatan dana talangan (
bailout) kedua untuk Yunani.
Nilai tukar rupiah ditransaksikan pasar spot mata uang antarbank Jakarta melemah sebesar 10 poin ke posisi 9.045 jika dibandingkan dengan sebelumnya 9.035 per dolar AS.
Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada di Jakarta mengatakan melemahnya nilai tukar domestik terhadap dolar AS dipicu respon pelaku pasar yang tidak terlalu reaktif pascakesepakatan
bailout kedua untuk Yunani. "Kesepakatan
bailout kedua untuk Yunani telah dirilis setelah pembicaraan alot selama 13 jam," katanya.
Ia menambahkan, meski paket
bailout senilai 130 miliar euro sudah disepakati, pasar meragukan program kebijakan penghematan dapat dilakukan Yunani mengingat kebijakan itu sangat tidak populer. "Apalagi, pada April mendatang Yunani akan mengadakan pemilu. Saat ini aksi-aksi protes menentang kebijakan penghematan oleh pemerintah masih berlangsung karena dikhawatirkan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Selain program
bailout, katanya, Eropa juga berencana menurunkan rasio utang Yunani menjadi 121% dari produk domestik bruto (PDB) di 2020 dan menyelesaikan proses
debt swap dengan para kreditor swasta yang akan dimulai pada hari ini.
Analis pasar uang dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan, pergerakkan mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing termasuk dolar AS masih terpengaruh dari eksternal terutama dari Yunani. Menurutnya, meski Yunani telah mendapatkan dana
bailout, situasi politik di sana belum dinilai stabil sehingga perjanjian dalam menerima
bailout dikhawatirkan terganggu. (Ant/OL-01)