JAKARTA--MICOM: PT Bank Permata Tbk membukukan laba konsolidasi setelah audit sebesar Rp1,157 triliun selama 2011 atau tumbuh 14% secara
year on year dari periode yang sama pada akhir 2010.
Pertumbuhan laba tersebut didorong pertumbuhan kredit yang tinggi hingga 31%.
Dikutip dari siaran pers yang diperoleh, kinerja operasional PermataBank selama periode 2011 membaik dengan total laba operasional secara konsolidasi naik 33% yoy menjadi Rp 1,437 triliun.
Laba operasional tersebut merupakan hasil pertumbuhan pendapatan bunga bersih 26% yoy menjadi Rp4,124 triliun dan pendapatan berbasis biaya (
fee based income) naik 19% atau menjadi Rp1,035 triliun.
Pertumbuhan kredit bank yang merupakan hasil merger lima bank pascakrisis ekonomi tersebut tumbuh 31% menjadi Rp69,3 triliun dari Rp52,8 triliun pada akhir 2010. Kredit tumbuh pada seluruh segmen bisnis PermataBank.
Dengan pertumbuhan kredit yang cukup ekspansif, di atas rata-rata industri yang 24,5%, total aset PermataBank naik menjadi Rp101,3 triliun. Dibandingkan tahun sebelumnya yang Rp73,9 triliun, total aset tersebut tumbuh 37%.
Basis pendanaan PermataBank tumbuh lebih baik lagi. Jauh di atas rata-rata industri yang 19%, dana pihak ketiga (DPK) PermataBank tumbuh 37% menjadi Rp79 triliun.
Giro dan tabungan (CASA) membukukan kenaikan 22% dan 29% yoy menjadi Rp16,8 triliun dan Rp15,4 triliun sedangkan deposito berjangka meningkat tajam 47% yoy menjadi Rp46,7 triliun pada akhir 2011. Komposisi dana murah (CASA) mencapai 41% dari total simpanan. (GA/OL-5)