Indonesia bisa Bersih dari Korupsi
Penulis : Scherazade Mulia Saraswati
Rabu, 22 Februari 2012 22:36 WIB     
komentar
0 Like Dislike 0

JAKARTA--MICOM: Korupsi seakan menjadi suatu penyakit yang sulit diberantas di Indonesia. Berbagai upaya hukum yang telah dilakukan dalam pemberantasan korupsi pun seolah juga menjadi sia-sia.

Akan tetapi, rasa optimisme yang tinggi perlu dibangun bahwa Indonesia sebenarnya bisa bersih dari korupsi. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Rektor Universitas Paramadina Wijayanto dalam seminar Pemberantasan Korupsi di Indonesia: Mengapa Kita Patut Optimis? yang digelar di Jakarta, Rabu (22/2).

"Persepsi korupsi kota pada tahun 2010 menunjukkan banyak tempat-tempat bersih di Indonesia, seperti Denpasar, Tegal, Surakarta dan Yogyakarta. Artinya, Indonesia mungkin jadi negara bersih dari korupsi," tuturnya.

Wijayanto tidak memungkiri bahwa dari hasil Indeks Persepsi Korupsi pada 2011, Indonesia menempati ranking 100 dengan skor 3,0. Belum lagi pemberitaan tentang korupsi begitu gencarnya mewarnai media-media di Indonesia. Apa yang terjadi kemudian adalah mayoritas orang Indonesia marah dengan korupsi yang menjadi musuh utama negeri ini.

Kemarahan itu justru dilihat Wijayanto sebagai sebuah energi yang sangat positif. “Asalkan, marah itu bisa dikelola untuk pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Dilihat dari segi pendekatan yang dilakukan dalam pemberantasan korupsi, Indonesia telah cukup baik dengan menggunakan pendekatan hukum. Namun, ada baiknya perlu diterapkan pendekatan baru, diantaranya pendekatan bisnis, ekonomi atau budaya.

"Kita paling banyak menggunakan pendekatan hukum. Main tangkap-tangkapan. Korupsi sudah terjadi, uang negara hilang, akhirnya mengalami kerugian negara. Pendekatan budaya masih belum dibudayakan," terang Wijayanto.

Selain pendekatan baru, faktor leadership (kepemimpinan) juga memegang peranan penting dalam pemberantasan korupsi. Leadership penting, karena dari pemimpinnya bisa menyebarkan gagasan-gagasan yang nantinya diikuti publik.

"Kalau di Indonesia, sayangnya pemimpin-pemimpin di masa lalu saling menyandera. Mulai dari pemimpinnya, jangan dari koruptor-koruptornya," tandasnya. (*/OL-04)





Share |

Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Sabtu, 26 Mei 2012 01:22 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 23:53 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 23:29 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 21:13 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 21:12 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 20:53 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 20:37 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 20:33 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 20:12 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 20:07 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 19:59 WIB
Jumat, 25 Mei 2012 19:43 WIB


   Index Berita