Peneliti Pukat Sebut Pembubaran KPK Khianati Reformasi

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Rabu, 13 Sep 2017, 19:19 WIB Nusantara
Peneliti Pukat Sebut Pembubaran KPK Khianati Reformasi

ANTARA

PENELITI Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, menyebut, wacana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanat reformasi, yaitu pemberantasan korupsi.

"Segala upaya DPR yang bertujuan melemahkan, membekukan, atau membubarkan KPK harus dilawan," kata dia di Yogyakarta, Rabu (13/9).

Zainur menilai KPK belum tepat dibubarkan karena lembaga penegak hukum selain KPK hingga saat ini belum berhasil memperbaiki diri. Menurut dia, lembaga penegak hukum selain KPK tidak cukup memiliki rekam jejak dalam menjerat pelaku korupsi.

"KPK sedang menangani kasus-kasus besar, seperti BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) dan e-KTP (kartu tanda penduduk elektronik)," kata dia.

Selain itu, lanjut Zainur, KPK juga menunjukkan kinerja yang patut diapresiasi. Dari Januari hingga Juni 2017, lembaga ini telah melakukan penyelidikan 48 perkara, penyidikan 51 perkara, penuntutan 41 perkara.

"Jika KPK dibekukan, tentu menjadi kemenangan besar bagi para koruptor beserta kelompoknya," pungkas dia. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More