Konten Lokal, Pemasaran Digital

Penulis: Wnd/M-1 Pada: Minggu, 07 Jan 2018, 08:08 WIB Jeda
Konten Lokal, Pemasaran Digital

DOK PELANGI BUANA

MELINTAS dalam lorong sempit yang hanya muat satu sepeda, pun gelap, tidak membuat nyali Maya Hasan ciut. Ia justru menikmati setiap detail temuan serta uraian ringkas sang pemimpin perjalanan yang memandunya.

Rumah-rumah dengan kisaran luas 9 meter berjajar di kawasan yang disebut slum area Mumbai itu menawarkan beragam pengalaman. Ada senyum dan semangat warga lokal yang membuat mereka hidup berdampingan dengan tempat pengolahan limbah terlihat ringan saja.

Pun ketika menaiki salah satu kendaraan tradisional India, Rickshaw, bunyi klakson kendaraan saling bersahutan. Baik Maya, sang musikus harpa tersohor itu, pun peserta perjalanan lainnya, bukannya merasa kesal, justru sangat menikmati pengalaman tersebut.

Hasilnya, Maya justru menjadi tahu alasan setiap kendaraan tak mau berhenti membunyikan klakson. Pengetahuan seperti itulah yang dicari Maya pada perjalanan liburan, mendapat sisi historis dan filosofis yang terkadang juga jenaka, dari suatu tempat atau kegiatan.

"Pulang dari India, saya merasa sangat bersyukur tinggal di Indonesia. Bunyi klakson menandakan kehadiran mereka, kalau tidak membunyikan lantas menabrak, maka yang salah ya si pengemudi ha ha ha," tukas Maya, Kamis (4/1).

Bertandang ke banyak daerah pun negara, karena urusan musik, telah lazim dilakukan Maya. Namun, ia pun kerap meluangkan waktu buat pelesir, termasuk mengikuti paket nan istimewa yang dirancang Pelangi Benua. Perusahaan jasa perjalanan itu tak melulu mengajak peserta perjalanannya foto-foto dan belanja, tetapi menyerap nilai-nilai historis serta filosofis dari setiap detail acara pikniknya. Perjalanannya ke India merupakan keikutsertaannya yang kedua bersama Pelangi Benua. "Sebelumnya, saya mengikuti program ke Yogya dan mendapatkan pengalaman membuat tempe. Meskipun sederhana, besar artinya bagi saya."

Berdayakan komunitas lokal

Digital nan cepat menjadi andalan kaum urban saat merancang pelesiran. Meriset, merinci pengeluaran serta akses, semuanya bisa dilakukan mandiri.

Namun, tetap saja tersisa ruang bagi perjalanan wisata yang menawarkan pengalaman tak biasa yang dirancang detail dan kreatif. Optimisme itulah melatari lahirnya Pelangi Benua. Berslogan Travel Differently, Unveiling The World, perusahaan ini, pada 2017 mengadakan dua perjalanan unik ke Yogyakarta dan India yang diikuti Maya.

Vinny Mulyadi, CEO of Pelangi Benua mengatakan pihaknya memiliki program khusus perjalanan yang tidak sekadar sedap dipajang di Instagram, tetapi juga menyentuh hati. Beby, panggilan akrabnya, ingin menghadirkan kebaruan. "Seperti saat ke India, kami ingin peserta tahu sisi lain, aspek kreatif dan kuliner. Pun saat ke Yogya, ada pembelajaran membuat papermoon, berdiskusi dengan Bumi Langit Institute mengenai hidup yang menyatu dengan alam, juga mendapatkan cerita dari abdi dalem dapur kerajaan Yogyakarta."

"Kami selalu mengundang pakar untuk bisa menjelaskan hal-hal filosofis dan historis. Seperti Pak William Wongso sebagai narasumber untuk sisi kuliner di India, serta narasumber tentang sisi seninya," tukas Beby saat ditemui Media Indonesia, Rabu (3/1).

Bertahan dalam tantangan digital

Paket perjalanan ini, lanjut Beby, menjawab tantangan pasar di era digital, meskipun nantinya banyak ulasan tentang perjalanan bersama dirinya di media sosial, Beby tak takut kehilangan peminat. "Kami membentuk jaringan, apalagi dengan masyarakat lokal, kami tak mau asyik bekerja sendiri, juga ingin membangun masyarakat lokal," kata Beby yang mengaku juga masih menjalankan bisnis perjalanan wisata konvensional seperti menjual tiket transportasi dan akomodasi serta mengatur perjalanan pada destinasi yang ditentukan klien.

Meski kini terasa laju perekonomian melambat dan berdampak pada usahanya, Beby tetap optimistis dengan atraksi-atraksi menarik yang ia rangkai dari hasil kolaborasi dengan warga lokal. "Kami cukup menjadi butik saja karena untuk mempersiapkan segala sesuatunya tidak bisa ala kadarnya, harus dengan detail dan baik, supaya peserta nyaman, hati senang."(Wnd/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More