Mahfud MD: Yang Diperiksa Jangan cuma Fredrich dan Dokter

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 12 Jan 2018, 18:36 WIB Nusantara
Mahfud MD: Yang Diperiksa Jangan cuma Fredrich dan Dokter

ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. menegaskan, mereka yang terlibat dalam kegiatan yang merintangi proses hukum harus diperiksa dan dihukum agar ke depan tidak lagi ada orang yang mempermainkan hukum.

Ditemui seusai pertemuannya dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X, di Kepatihan, Jumat (12/1), Guru Besar Hukum Tata Negara itu mengemukakan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang kini menjadi tersangka, tidak bisa berkilah di balik kode etik profesi.

"Pemeriksaan etik itu berbeda dengan proses hukum pidana. Bisa jalan sendiri-sendiri," katanya.

Mahfud mengatakan, dalam kasus Novanto itu, yang harus diperiksa dan dihukum itu tidak hanya dua orang, pengacara dan dokter bersangkutan saja.

"Semua harus diperiksa, ya dokter, ya pengacara, ya sopir, bahkan penjaga rumah pun harus diperiksa," ujarnya.

Lebih jauh Mahfud mengemukakan, saat ini baru satu orang dokter yang dijadikan tersangka, tetapi masih ada yang lain yang belum diperiksa.

Seperti diberitakan, masuknya Novanto ke rumah sakit karena mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik itu, sehingga mantan Ketua DPR itu diperiksa oleh tim dokter.

"Bahkan di situ juga ada pengurus rumah sakit. Ini juga harus diperiksa," katanya.

Menurut dia, Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang untuk memeriksa dan menyeret mereka yang terlibat dalam tindakan merintangi proses hukum sebagaimana diatur oleh Pasal 21 Undang-Undang KPK dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 12 tahun.

"Kena setengahnya atau 8 tahun penjara sudah bagus," ujarnya. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More