Kolaborasi itu Nyata

Penulis: Suryani Wandari Pada: Minggu, 14 Jan 2018, 02:01 WIB MI Muda
Kolaborasi itu Nyata

MI/Duta

BUKA saja Krowd.id, pintu kolaborasi itu terbuka lebar. Di sana, ada orang-orang kreatif dengan aneka latar belakang, minat, dan talenta, mulai grafik desainer, copywriter, programer, desainer fesyen, fotografer, peneliti data, aktor, ilustrator, hingga jurnalis.

Setelah registrasi atau membuat akun, kamu bisa pilih, menjadi inisiator atau kolabolator. Semuanya bertujuan merealisasikan ide kreatif menjadi karya.

Salah satu inisiator itu ialah Astri Wijayanti, data researcher asal Surabaya, Jawa Timur. Ia berinisiatif membuat project bertajuk Stop Modern Slavery di bidang teknologi. Dari dekripsi project-nya di website Krowd, Asri menuliskan akan mengangkat kisah para penjahit lokal yang mampu dan mau berkembang, tapi terbatasi oleh modal.

"Saya berharap dengan proyek ini, para penjahit bisa mendapatkan pendapatan lebih layak. Saya mencari 9 kolaborator, di antaranya ilustrator, programer, videographer, dan copywriter," ujar Asri.

Mempertemukan banyak pihak

Sementara itu, pengguna lain bisa menjadi kolaborator dengan bergabung dalam project dari inisiator. "Nanti Krowd akan menyebar e-mail sehingga ada kolabolator yang mau joint ke project tersebut. Kemudian, inisiatornya yang akan kontak dan mengumpulkan kolabolator untuk bersama-sama menentukan langkah selanjutnya," kata Naomi Noviyanti, Tim PR dan Media Krowd.

Proyek-proyek itu, kata Naomi, akan menghasilkan kolaborasi yang menghasilkan reward atau imbal jasa, yang diberikan sang inisiator kepada kolaboratornya. Aneka istilah buat imbal jasa itu, mulai profit sharing, gift, hingga credits. "Gift, misalnya, berbentuk hadiah, seperti salah satu project yang sudah terlaksana kemarin, Bhumi Sumba yang diinisiasi Didiet Maulana, Creative Director IKAT Indonesia. Dia memberikan reward, salah satunya berupa spesial invitation to JFW," kata Naomi yang menegaskan, pengguna Krowd tidak dikenai biaya.

Agar tak berjuang sendirian

Muda menjumpai sang pendiri Krowd, Vidi Aldiano, musikus 27 tahun. Ia mengaku terinspirasi oleh tantangan saat ingin menempuh jalur indie. Tanpa bantun kreator serta kolaborasi dari pihak lainnya, kariernya terancam mentok.

"Saya harus berjuang sendiri dan sendirian itu susah banget," kata Vidi saat peluncuran Krowd, Rabu (10/1), di Jakarta.

Keresahan Vidi berujung pada inovasinya merintis perusahaan rintisan yang memaksimalkan talenta-talenta anak muda Indonesia. "Kadang mereka gagal mencuat karena masalah link dengan inovator, kreator dan pengusaha. Krowd hadir untuk mempertemukan mereka semua," ujar Vidi.

Vidi meramalkan, pada 2020, ketika jumlah anak muda usia produktif membeludak, kreativitas akan mencapai puncaknya. "Minimal mereka punya start-up. Di sini, melalui Krowd, kami berusaha merangkul untuk menjadi inisiator yang men-settle proyek untuk merealisasikan bakat kreatifnya," lanjut Vidi.

Platform kreativitas

Dalam start-up digitalnya ini, Vidi menggandeng Putri Tanjung, pendiri dan CEO Creativepreneur Event Creator dan Yansen Kamto, pendiri Kibar yang juga bergerak dalam industri digital.

"Saya berkaca dari pengalaman menulis dan merekam lagu sendiri yang kemudian menghasilkan album demo. Namun, ternyata ditolak beberapa label rekaman pada 2008 karena format band lebih disukai jika dibandingkan dengan penyanyi solo. Nah, kesulitan itu bisa dicarikan solusinya jika jaringan itu ditemukan," kata Vidi.

Vidi berkisah tentang kolaborasinya dengan Kreavi, platform daring untuk para kreator visual di Indonesia pada 2016. Kreavi mengubah albumnya menjadi sebuah artbook, format yang diimpikan Vidi. "Tidak hanya dalam bentuk CD biasa, tapi album Persona juga diluncurkan dalam bentuk artbook yang lagu-lagu yang divisualisasikan oleh para kreator visual," kata Vidi, master jurusan Manajemen Bisnis dan Inovasi dari Universitas Manchester, Inggris. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More