Pemerintah Bakal Mengedukasi Suku Asmat

Penulis: Golda Eksa Pada: Jumat, 19 Jan 2018, 15:34 WIB Humaniora
Pemerintah Bakal Mengedukasi Suku Asmat

ANTARA FOTO/Husyen Abdillah

PEMERINTAH berencana memberikan edukasi terkait kesehatan terhadap warga yang berdomisili di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyikapi kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, mengatakan ada kebiasaan masyarakat suku Asmat yang dinilai kurang peduli dengan kesehatan, seperti cara buang air dan lain sebagainya. Nantinya, pemerintah akan menugaskan babinsa dan kepolisian untuk membantu warga perihal pola hidup yang baik.

Moeldoko menyampaikan hal itu seusai bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (19/1). Rapat terbatas tersebut juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Rebiro) Asman Abnur.

"Seperti saya dulu di kampung, itu cara buang airnya. Ini perlu diedukasi, ya. Kita harus gunakan babinsa dan kepolisian yang mungkin kesehariannya bisa bergaul dengan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, perbaikan yang akan dilakukan pemerintah di wilayah Asmat juga telah dikomunikasikan dengan aparat TNI yang bertugas di Papua. Rencana itu pun ikut disampaikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kementerian Sosial.

"Contohnya seperti ini, di Kodim (Komando Distrik Militer) itu ada satuan kesehatan. Nah, mereka (masyarakat) harus dibekali obat, tetapi jangan obat tentara dipakai karena kasihan tentaranya," terang dia.

Nila menambahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan bantuan berupa logistik dan sejumlah alat kesehatan ke Kabupaten Asmat. Ia pun tidak menampik jika penyebab gizi buruk lantaran masyarakat kurang menyadari pentingnya perilaku hidup sehat.

"intinya kekurangan gizi dan penyakit campak kemudian turun ke diare. Nah, sekarang kekurangan gizi, artinya kebersihan. Kalau buang air gimana, ada cacing yang keluar dan mesti diselesaikan. Kalau pun dia kasih makan, tapi kalau enggak bagus kembali seperti itu," pungkasnya. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More