Sekolah Musik untuk Semua

Penulis: Wan/M-4 Pada: Sabtu, 20 Jan 2018, 23:01 WIB Hiburan
Sekolah Musik untuk Semua

DOK. EGMS

MUSIK bagaikan ilmu dengan banyak cabang terbuka yang siap untuk dieksplorasi dan dikuasai. Perkataan itu dilontarkan Erwin Gutawa, musikus, penata musik, produser musik, orkestrator, komponis, dan konduktor ternama Indonesia.

Alasan itu yang mendasari Erwin membuka lembaga pendidikan musik Erwin Gutawa Music School (EGMS), Rabu (17/1). Lembaga musik yang mengusung gagasan music for everyone itu menghadirkan ruang bagi mereka yang ingin mengasah talenta dan kemampuan musik untuk menjadi musikus andal dan profesional.

"EGMS merupakan salah satu wujud cinta saya yang dalam kepada musik yang menjadi bagian hidup saya. Rasa cinta itu mendorong keinginan untuk berbagi ilmu mengenai musik serta mencari bakat terpendam," kata Erwin dalam peluncuran EGMS di Jl Suryo No 19, Senopati, Jakarta Selatan.

Erwin tidak sendiri. Sejumlah musikus terkenal dan peduli kualitas musik ikut terlibat. Basis band fusion jazz Karimata (1985-1993) ini bak menjawab kebutuhan seni dengan tantangan zaman.

Lelaki dengan 33 piala Anugerah Musik Indonesia (AMI) itu berani membuat sebuah sekolah musik dengan kurikulum silabus sendiri. Ia mengajak 22 ahli dari berbagai bidang akademik dan industri untuk bergabung. EGMS pun hadir dengan program yang menarik serta sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya. "Kami melihat ada kebutuhan khusus di Indonesia, dengan murid yang belajar musik punya impian masing-masing," kata Eric Awuy, musikus sekaligus Program Director EGMS.

EGMS menerima peserta didik dari berbagai kalangan yang tak dibatasi umur. Ada beragam program yang bisa dipilih. Seperti music course menjadi program utama untuk mengembangkan kemampuan semua alat musik.

Ada pula music lover yang disusun untuk para pecinta musik yang dapat menentukan sendiri lagu, teknik, serta tingkat kesulitan yang ingin dikuasai. Berikutnya music college yang dikhususkan untuk skill bermusik lebih mendalam, biasanya digunakan untuk bersaing di industri musik internasional baik praktik maupun akademik.

"Program terakhir yang membedakan dengan sekolah musik lainnya ialah musicpreneur, yakni program noninstrumen yang mempelajari seluk-beluk industri, teknologi, maupun kreativitas dalam bermusik," lanjut Eric.

Untuk fasilitasnya, EGSM dilengkapi dengan 17 kelas, ruang lab smart music, perpustakaan, auditorium berkapasitas 40 orang, dan studio rekaman. "Kami membuat EGSM senyaman mungkin. Dengan lingkungan belajar yang profesional, sekolah musik ini bukan sekadar tempat untuk belajar musik, melainkan juga bereksperimen dan berkreasi menghasilkan karya baru," tutup Asmoro Jati, General Manager EGSM.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More