Jasa si Tukang Kebun

Penulis: */M-1 Pada: Minggu, 21 Jan 2018, 05:31 WIB MI Anak
Jasa si Tukang Kebun

MI/Seno

Menariknya lagi, badak sumatra merupakan satu-satunya di Asia yang memiliki dua cula lo, Sobat Medi. Cula yang besar, dinamakan 'nasal' atau anterior, itu tumbuh dari hidung, yang ukurannya kira-kira 15-25 sentimeter.

Cula yang lebih kecil, dinamakan posterior, yang hanya mencapai ukuran 10 sentimeter, berada di antara mata. Eit, tapi cula mereka bukan untuk berkelahi ya Sobat Medi, melainkan mengambil makanan, seperti daun dan buah.

Namun, cula-cula mereka ini bukan berarti tanpa gangguan. Bahkan, menurut Yayasan Badak Indonesia (YABI), yang tergabung dalam Tim Badak, perburuan merupakan ancaman utama terhadap badak, selain degradasi habitat, dan pembangunan infrastruktur.

Pak Widodo Ramono, yang merupakan Excecutive Director YABI, mengatakan, "Program konservasi badak sumatra memerlukan pendekatan kolaboratif dan kerja sama tidak hanya dari institusi atau organisasi, tetapi juga komunitas dan publik. Berbagi informasi tentang hewan yang indah ini sangatlah penting sehingga masyarakat dapat mengerti keunikan dan keistimewaan badak Sumatra."

Si spesies payung

Badak sumatra juga disebut sebagai spesies payung (umbrella species). Selain karena karakternya sebagai 'tukang kebun' yang bisa ikut menyebarkan biji-bijian tanaman hutan akibat proses makan dan jelajahnya, mereka dianggap sebagai spesies payung karena badak bisa berinteraksi dengan hewan lain dalam habitat yang sama. Ketika badak terlindungi, hewan-hewan lain yang ada di habitat itu pun turut terlindungi, bukan hanya mamalia ya, Sobat Medi, tetapi meliputi burung, reptil, bahkan ikan.

Nah, di antara lima spesies badak yang ada di dunia, meliputi badak india, kemudian disusul badak putih afrika, badak hitam afrika, badak jawa, dan badak sumatra dengan bobot dari 600-900 kg menjadi badak terkecil.

Cari Tahu Yuk

Yuk Dengar Dongengnya dan Berdonasi!

Beberapa kakak seniman bergabung ikut memamerkan karya dalam Pameran Seni Badak Sumatra, mengenalkan badak sumatra dengan berbagai bentuk.

- Kak Reza Mustar, atau yang akrab disapa Kak Azer, membuat gambar badak, dengan gantungan seperti banderol harga, digantungkan di cula badak, bertuliskan 'Life'. Kak Azer ingin merespons maraknya perburuan cula badak yang mengakibatkan pertaruhan keberlangsungan hidup badak. Dalam keterangannya, kak Azer menambahkan, 'Manusia membunuh untuk estetika, mitos, gengsi dan bersenang-senang. Membunuh hidup dan juga membunuh hak generasi mendatang untuk melihat badak. Hidup. Badak'.

"Selain membaca tulisan yang diberikan Tim Badak, saya juga melakukan riset online, dan dari situ muncul ide kreatif untuk membuat karya." Ketika ditanya, bagaimana respons anak Kak Azer terhadap karya ayahnya, "Seperti biasa, mereka senang dan tertarik walau belum paham maksud dari karya saya. Tapi kurang lebih saya jelaskan ancaman kepunahan badak dan binatang-binatang lainnya."

- Kak Citra Marina, yang menciptakan karakter Choo Choo. Di dalam karyanya, kak Citra menggabungkan Choo Choo yang bersahabat dengan badak, dan diberi judul RhinoChooros, gabungan dari nama Rhino (badak), dan Choo Choo. Ada fakta menarik nih, dari kak Citra. "Jadi, Choo Choo ini tercipta saat aku biasa pulang kerja dengan naik kereta. Daripada main ponsel aja, mending aku putuskan untuk menggambar. Nah, nama Choo Choo ini berasal dari bunyi kereta, 'cuuu.. cuuuu...'."

- Semua karya yang dipamerkan akan dilelang dan keuntungan 100% akan digunakan untuk membantu konservasi badak sumatra. Juga bisa dilihat di situs www.charitybuzz.com mulai 19 Januari hingga 7 Februari mendatang, dan dapat diakses seluruh negara.

- "Kami sangat berbahagia dan tersentuh melihat karya seni yang menakjubkan dari para seniman yang sangat inspiratif ini. Kontribusi mereka mewakili harapan generasi ini untuk masa depan yang lebih baik lagi bagi badak sumatra," kata Ibu Noviar Andayani, Country Director Wildlife Conservation Society.

- Selain YABI, yang tergabung dalam Tim Badak, sebagai penggagas pameran ialah International Rhino Foundation (IRF), World Wide Fund for Nature (WWF), Wildlife Conservation Society (WCS), Forum Konservasi Leuser (FKL), dan Leuser International Foundation.

- Nah, kalau Sobat Medi mau ikutan donasi untuk program konservasi badak sumatra, kalian bisa klik https://rhinos.org/timbadak/. Kamu juga bisa ajak ayah-bunda kamu untuk donasi, lo. Bukan hanya pameran, Sobat Medi bisa menikmati dongeng dan menonton film dokumenter tentang badak sumatra. Yuk kenali, peduli, dan jaga Delilah beserta kawan-kawannya ya, Sobat Medi, agar kelak Delilah nantinya bisa menjadi ibu ketika sudah dewasa. (*/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More