Pengobatan Terbaru untuk Kanker Limfoma Hodgkin

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 24 Jan 2018, 11:00 WIB Kesehatan
Pengobatan Terbaru untuk Kanker Limfoma Hodgkin

THINKSTOCK

KANKER limfoma hodgkin merupakan kanker yang menyerang sistem kelenjar getah bening, bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sebagian pasien limfoma hodgkin dapat mengalami kekambuhan (relapse). Sebagian lagi tidak memberikan respons terhadap pengobatan kemoterapi.

Namun, saat ini ada pilihan terapi baru yaitu terapi tertarget (targeted therapy) yang memberikan harapan baru bagi pasien limfoma hodgkin.

"Terapi tertarget ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker. Berbeda dengan kemoterapi yang membunuh sel kanker maupun sel sehat," ujar Ketua Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik, Prof dr Arry Reksodiputro SpPD-KHOM, dalam temu media bertajuk Mengenal Kanker Limfoma Hodgkin dan Inovasi Terapi Terbaru di Jakarta, pekan lalu.

Prof Arry menjelaskan, pada 90-an persen sel kanker limfoma hodgkin ditemukan penanda berupa sel protein yang disebut CD30. Sel itu yang kemudian dijadikan target untuk penyembuhan.

Pada kesempatan sama, dr Dody Ranuhardy SpPD-KHOM, menambahkan terapi tertarget juga menjadi pilihan untuk kasus kanker limfoma hodgkin yang mengalami kekambuhan. Pengobatannya, tutur dia, menggunakan antibody drug conjungate (ADC). "Terapi tertarget bisa secara spesifik mengenali sel kanker dan obat ini membangkitkan sistem imun untuk bersama-sama membasmi sel kanker," terangnya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sebagian pasien limfoma hodgkin yang mengalami kekambuhan memberikan respons baik setelah menjalani terapi tertarget. Adapun pemberian obat terapi tertarget dilakukan tiga minggu sekali.

Kenali gejala

Menurut Dody, kebanyakan pasien limfoma hodgkin datang pada stadium lanjut. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya mengenali gejala penyakit tersebut. Gejala yang paling umum dari penyakit itu ialah benjolan pada kelenjar getah bening yang ditemui di daerah leher, ketiak, dan pangkal paha.

"Gejala lainnya antara lain demam, berkeringat pada malam hari, kelelahan yang berlebihan, kekurangan energi, kurang nafsu makan, berat badan menurun drastis dalam waktu beberapa bulan, serta pembesaran limpa."

Di Indonesia, angka kasus limfoma hodgkin pada 2012 sebesar 1.168 dengan jumlah kematian 687. Sepertiga kasus, ditemukan pada usia 15-30 tahun, rentang usia produktif. Data yang dilansir www.patient.co.uk, limfoma hodgkin menyumbang 20% dari total jumlah kasus limfoma atau kanker kelenjar getah bening yang ada. (Ind/H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More