Segera, Kehadiran Ritel Omnikanal

Penulis: GHANI NURCAHYADI gani@mediaindonesia.com Pada: Jumat, 26 Jan 2018, 08:46 WIB Katalog Belanja
Segera, Kehadiran Ritel Omnikanal

THINKSTOCK

Kehadiran ritel Amazon Go yang baru saja dibuka awal pekan ini menjadi revolusi terbaru dalam bisnis ritel global. Ritel fisik tanpa kasir yang mengharuskan pelanggan menggunakan aplikasi Amazon untuk dapat masuk tersebut memberikan pengalaman baru bagi para konsumen.Amazon Go merupakan toko ritel fisik milik Amazon sebagai raksasa perdagangan elektronik (e-commerce). Toko tersebut dilengkapi dengan mesin pembelajaran (machine learning) terbaru yang membuat transaksi tidak lagi harus melalui kasir, tapi berlangsung dalam aplikasi secara seketika.

Kehadiran Amazon Go yang belum menginjak sepekan membuat peritel pun mulai berpikir untuk mereplikasikannya. Salah satunya ialah Mitra Adi Perkasa (MAP) di Indonesia. Direktur MAP Ecom Adiperkasa, S Ravi Kumar, mengatakan omnikanal yang menyediakan pengalaman berbelanja terbaru menjadi misi jangka panjang MAP.

Omnikanal dipilih karena mampu memberikan ruang yang luas bagi konsumen untuk melakukan berbagai interaksi dan transaksi, baik lewat saluran personal, daring, maupun telepon. Hasil dan tingkat pelayanannya dijamin sama dengan toko konvensional.
“Omnikanal sangat penting bagi kami karena menyediakan pengalaman yang mulus (seamless experience) bagi pelanggan. Kami saat ini bekerja sama dengan lebih dari 2.200 ritel di Indonesia. Dengan omnikanal, di mana pun dan kapan pun belanja bisa dilakukan dengan mudah,” kata Ravi di sela-sela Internet Retail Expo (IRX) 2018 di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (24/1).

Sebelum melangkah menuju omnikanal, Ravi mengungkapkan setidaknya ada lima komponen pendukung yang mumpuni. Kelimanya ialah merek produk, toko ritel fisik, platform perdagangan elektronik, komunitas pengguna MAP, dan dukungan ekosistem e-commerce Indonesia.

“Toko fisik kami sudah punya 2.200 peritel sebagai rekanan. Kami juga punya e-mall dan MAP Club. Semua itu akan menjadi bahan analisis kami untuk melihat kecenderungan pelanggan yang menjadi dasar pembuatan sistem omnikanal. Kami berinvestasi cukup besar untuk teknologi omnikanal,” tandasnya.

Keniscayaan
Selain MAP, peritel lain diungkapkan Leonard Nugroho, Direktur Pelaksana sekaligus Kepala Konsultasi Teknologi Accenture Consulting. Pihaknya juga mulai menjajaki solusi omnikanal untuk bisnis.
Leonard mengatakan, pihaknya siap membawa sejumlah solusi yang berhasil di beberapa negara ke Indonesia.

“Misalnya, ada peritel asal Jepang yang menggunakan teknologi aplikasi untuk melihat ketersediaan barang. Jadi, konsumen tahu di toko mana dapat memperoleh barang tersebut. Ada lagi di Inggris yang menggunakan solusi mesin pembelajaran (machine learning) yang menyasar konsumen melalui notifikasi berdasarkan yang ingin mereka beli dilihat dari media sosial,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengimbuhkan kehadiran platform ritel digital merupakan keniscayaan karena perkembangan zaman. Untuk itu, ia mendorong anggota Aprindo dapat memanfaatkan peluang itu demi meningkatkan usaha.
Saat ini sekitar 95% dari anggota Aprindo telah ikut memasarkan produk mereka secara daring. “Kami juga terus mencoba memberikan pengalaman lebih kepada konsumen dengan menambahkan beberapa area untuk makan dan minum, misalnya, dalam toko atau permainan anak-anak,” pungkas Roy. (S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More