Transparansi Bursa Komoditas Ditingkatkan

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Senin, 29 Jan 2018, 02:30 WIB Ekonomi
Transparansi Bursa Komoditas Ditingkatkan

Ilustrasi

DALAM mengantisipasi maraknya investasi ilegal di Indonesia, Indonesia Clearing House (ICH), mitra usaha Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), meluncurkan produk Clearing Info of Trade (Citra).

Presiden Direktur ICH Nur-salam mengatakan Citra merupakan suatu terobosan dalam memberikan transpa-ransi informasi transaksi sistem perdagangan alternatif kepada nasabah pialang berjangka.

"Dengan adanya Citra ini, otomatis nasabah bisa me-ngetahui transaksi yang sudah didaftarkan ke kliring. Jadi, prinsipnya kita memberikan data aktivitas trading yang dilakukan pialang ke nasabah, sekaligus mengurangi potensi dispute," kata Nursalam di Jakarta, akhir pekan lalu.

Platform itu memberikan sarana kepada nasabah pialang berjangka untuk memperoleh daftar transaksi yang didaftarkan di lembaga kliring.

Dengan keakuratan dan kebenaran transaksi yang didaftarkan di ICH, nilai tambah pun dapat dirasakan pialang berjangka, pedagang berjangka, dan nasabah.

Kehadiran Citra ini sejalan dengan UU Nomor 32 Tahun 1997 yang diamendemen menjadi UU Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

UU tersebut mewajibkan setiap transaksi yang terjadi antara nasabah dan penyelenggara wajib didaftarkan ke kliring.

Untuk mempermudah nasabah, lanjut Nursalam, Citra dapat diakses melalui PC, tablet, laptop, dan smartphone. Nasabah pun bisa mendapatkan data trade dari ICDX sebagai penyelenggara bursa komoditas derivatif.

"Ketika ada perbedaan data transaksi, nasabah juga bisa langsung mengajukan komplain agar bisa langsung ditangani. Apalagi database Citra sudah terkoneksi sistem ICH," ujarnya.

Cegah bucketing

Sajian data yang dihasilkan Citra pada tahap awal memang masih H-1. Ke depan, aplikasi itu akan dikembangkan secara realtime untuk informasi transaksi.

Adapun data transaksi yang disajikan ialah 90 hari.

"Namun, jika nasabah ingin mengetahui data transaksi di atas 90 hari, akan ada pro-ses khusus sebab kami juga meminimalkan data yang overload," kata Nursalam.

Ia berharap sistem informasi Citra dapat menumbuhkan kepercayaan nasabah untuk meningkatkan transaksi di bursa berjangka derivatif.

"Harapannya tahun ini transaksi di ICDX bisa naik 30% dari 3,5 juta transaksi tahun 2017," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, menilai Citra memberikan kesempatan kepada para nasabah untuk mengecek apakah kontrak yang dipesan sudah ditransaksikan di bursa atau belum.

"Jadi tools ini mencegah transaksi ilegal kontrak di perdagangan berjangka komoditas oleh pialang. Dengan sistem ini para investor dapat tiap hari melakukan transaksi, apakah sudah dilaksanakan atau belum oleh para pialang," kata Bachrul.

Ia menambahkan Citra juga meminimalkan dan mencegah terjadinya bucketing atau kejadian ketika amanat nasabah tidak dicatatkan di bursa, atau tidak ditransaksikan di penyelenggara.

Bucketing masuk pelanggar-an serius dalam dunia bursa. Citra mencegah masalah yang ditimbulkan pialang yang tidak terdaftar.

"Produk ini mampu mengurangi terjadinya transaksi di luar sistem dan meningkatkan kualitas dan volume," tandasnya. (E-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More