Kedai Hit dengan Indonesian Tubruk

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Senin, 29 Jan 2018, 07:00 WIB Kuliner
Kedai Hit dengan Indonesian Tubruk

MI/FERDIAN

KEDAI Filosofi Kopi bekas tempat syuting film yang diperankan aktor Rio Dewanto dan Chicco Jerikho memang terlihat cukup artsy.

Bahkan, saat masuk ke dalam, kesan rustic dengan sentuhan industrial engineering terlihat di setiap ruangan.

Sebagian besar furniturnya memang full rusty, poster-poster kontemporer mengenai kopi dan barista, juga beberapa vintage kopi menghiasi dinding, sementara di sudut kiri sebuah poster besar dari film Filosofi Kopi dipajang sebagai signature wall.

Mural filosofi kopi juga terlihat jelas, di belakang bar untuk eksperimen barista yang berada di tengah-tengah ruangan.

Pelanggan akan menikmati kopi mengelilingi para barista sembari mengamati magic racikan mereka.

Ada sejumlah varian kopi yang ditawarkan, di antaranya untuk espresso basic ada cappuccino, caffe latte, flat white, piccolo, macchiato, long black, dan espresso.

Harganya berkisar Rp20 ribu hingga Rp32 ribu.

Untuk manual brew, ada dua jenis green bean, tiwus, lesatari, dan perfecto, yaitu indonesian tubruk, vietnam drip, V60, aeropress, dan syphon.

Harganya mulai Rp22 ribu hingga Rp35 ribu.

Ada pula coffee dessert, classic affogato, Rp30 ribu, affogato foreplay, Rp35 ribu, dan affogato orgasm, Rp40 ribu.

Untuk non-coffee, ada red velvet latte, green tea latte, chocolate, dan regular tea, harganya bervariasi untuk disajikan dingin atau panas.

Meski sejumlah varian kopi yang begitu menggugah ditawarkan, tidak semua pengunjung di Filosofi Kopi mereka yang suka kopi.

Bahkan, ada beberapa di antara mereka yang hanya penasaran dengan hyped kedai itu setelah muncul di dalam film.

Fadli, warga pantura, mengatakan ia datang untuk pertamanya bersama teman-temannya. Mereka hanya ingin menikmati suasana di kafe itu meski hanya memesan minuman non-coffee.

"Ini pertama saya ke sini sama teman-teman, kami bukan penikmat kopi, tetapi penasaran aja sama kedai Filosofi Kopi. Tempatnya asyik buat nongkrong," kata Fadli sambari menyeruput green tea latte.

Sebaliknya dikatakan Teguh, jika melewati kawasan itu, ia akan mampir untuk menikmati kopi dan nongkrong bersama teman-temannya.

Selain tempatnya hit, kopi yang disajikan para barista Filosofi Kopi memang candu.

"Saya pesan espresso, pas banget untuk saya penikmat kopi. Tempatnya memang hit, dan selalu ramai. Barista-nya juga asyik," katanya.

Salah seorang barista, Selika, mengatakan sebenarnya Filosofi Kopi sama dengan kedai lainnya, tetapi setiap kedai memang punya signature masing-masing.

Seperti Filosofi dengan indonesian tubruk.

"Jadi, kita ngopi pakai ampas, dengan diseduh menggunakan tubruk. Apalagi signature kita kopi Jawa Barat sehingga pelanggannya juga ramai memesan kopi hitam itu," sebutnya.

Ia menambahkan, selain nama besar film Filosofi Kopi, para pelanggan menikmati kopi yang mereka racik.

Kata Selika, barista juga menerima saran dan masukan dari para pelanggan.

Bahkan, interaksi barista dan pengunjung tidak terbatas.

"Kita masih mendengar saran pengunjung, apalagi yang datang ke sini rata-rata orang luar kota. Kadang-kadang kita ngebar bareng juga, tukar ilmu gitu," jelasnya.

Sisi menarik lain Filosofi Kopi, Anda bukan pengunjung yang sibuk dengan laptop atau ponsel masing-masing.

Mereka terlihat bercengkerama dengan teman semeja.

Apalagi, jika beruntung, sesekali Anda akan melihat artis ngopi di sana.

Es kopi tetangga

Bagi Anda yang tidak ingin berlama-lama menikmati kopi di kafe, mungkin dibawa pulang alias take away bisa menjadi alternatif.

Salah satu kedai kopi di kawasan Cipete menawarkan kopi enak dan segar itu dengan harga terjangkau.

Kedai Kopi Tuku hanya berukuran kecil, atau 4 x 4 meter. Pintunya kaca dan dua jendelanya transparan.

Begitu masuk, pelanggan langsung antre melakukan order. Setelah membayar, pelanggan menunggu di dua kursi panjang di depan bar.

Tidak harus menunggu lama, pelanggan mendapatkan pesannya dan meninggalkan kedai kopi itu.

Untuk menikmatinya di tempat, juga disediakan sebuah meja kayu di luar Kedai Kopi Tuku dan sejumlah kursi di gang samping kedai.

Salah seorang pembeli, Vrilla, warga Pasar Minggu, mengaku tempat itu bisa menjadi persinggahan saat ingin membeli segelas kopi susu.

Apalagi harga yang ditawarkan juga sangat bersahabat.

"Dasarnya emang tidak suka kopi, tetapi es kopi susu ini beda, nikmat dan segar. Memang rasa kopinya ada, tapi tidak sepahit kopi pada umumnya," katanya.

Fasilitas yang minimalis membuat harga kopi bisa lebih murah.

Konsep seperti itu memang perlu, menikmati secangkir kopi tidak harus berlama-lama di kedai kopi dengan harga yang mahal.

Iren, salah seorang mahasiswa, mengatakan sejak awal membeli es kopi tetangga, ia selalu ketagihan dan menyempatkan mampir jika melewati kawasan tersebut.

"Awalnya pesan lewat Go-Food karena harganya terjangkau anak kosan, cuma Rp18.000. Jadinya setiap ke sini pasti mampir, apalagi es kopinya sedikit berbeda dari tempat lain, lebih enak di sini," sebutnya.

Maharani, warga Depok, mengaku es kopi tetangga cara baru ia menikmati kopi segar.

Ketika awal disesap, ada sedikit jejak manis brown sugar.

Namun, secara keseluruhan rasanya tak terlalu manis ataupun pahit.

"Rasa asam kopi tak terasa di lidah. Agak tertutupi pemakaian susu.

Namun, saya menyukainya. Kaya ada creamer sehingga teksturnya creamy kental, pas," jelasnya.

Dari pantauan Media Indonesia, pesanan delivery yang dibawa pulang alias take away lebih banyak timbang dengan orang minum di gerai tersebut.

Menu Kedai Kopi Tuku terpajang di dinding dekat kasir.

Es kopi tetangga, kopi premium, kopi rasa rasa. Harganya dibuat lebih murah dengan penggunaan arabica seperti bali kintamani, flores bajawa, aceh gayo, dan garut serta cipete grade biasa.

Kopi premium menggunakan biji kopi pilihan jika dibandingkan dengan kopi tetangga.

Penyuka kopi asli tanpa gula dan mencari rasa asam bisa mencoba kopi premium, yaitu espresso, long black, piccolo, dan cold brew. (M-2)


 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More