Mengenal Nusantara melalui Kopi

Penulis: Pol/X-11 Pada: Rabu, 31 Jan 2018, 08:24 WIB Nusantara
Mengenal Nusantara melalui Kopi

MI/PERMANA

KOPI bukan sekadar minuman. Lewat secangkir kopi, kita bisa merangkum kekayaan Nusantara.

Pesan itu mengemuka di acara Nusantara dalam Secangkir Kopi, sebuah festival kopi dalam rangka HUT ke-48 Harian Media Indonesia. Berlangsung di halaman Kantor Media Indonesia, Jakarta, 29-30 Januari, acara ini menghadirkan lebih dari 25 kedai kopi dan 48 jenis kopi Nusantara.

Salah satu kopi yang menarik perhatian ialah kopi Lintong dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Kopi ini bercita rasa floral caramel, lemon, herbal, dan sedikit pedas. "Kami sudah tambah stok 5 kilogram, masih juga habis," ungkap Asep, barista dari gerai 2cups.

Selain itu, masih ada kopi khas Malabar, Gayo, Wamena, Temanggung, Batang, Mandailing, Sidikalang, Lampung, Toraja, Java Preanger, Flores Bajawa, Papandayan, dan lain-lain.

Di sisi lain, Ketua Umum Gabungan Eksportir Kopi Indonesia Hutama Sugandhi mengatakan kualitas kopi Indonesia telah menjadi magnet gerai kopi di negara-negara besar.

Starbucks, misalnya, banyak mengambil biji kopi jenis arabika dari Sumatra Utara. Jumlah biji kopi yang diserap Starbucks mencapai 50 ribu ton per tahun.

"Diambil dari Sumatra Utara. Dicampur dengan kopi dari negara lain kemudian dikembalikan ke Indonesia," jelas Hutama dalam talk show yang melibatkan Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto serta Rudi Ersan dari Komunitas Kopi Tanah Air Kita.

Namun, tambahnya, Indonesia bisa menjadi importir kopi jika tidak membenahi sektor produksi.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan produksi kopi tidak pernah mencapai 1% per tahun, sedangkan pertumbuhan konsumsi di dalam negeri mencapai 7,5% per tahun.

"Indonesia perlu satu strategi terutama yang menyentuh akar permasalahan, yaitu pendapatan petani," ungkapnya.

Sementara itu, Pranoto berpendapat tren melonjaknya konsumsi kopi di Indonesia dipengaruhi naiknya tren budaya minum kopi. Akan tetapi, angka konsumsi kopi nasional sebesar 1,5 kilogram per tahun itu masih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 4 kilogram.(Pol/X-11)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More