Misi NASA untuk Sentuh Matahari Dimulai

Penulis: Desi Yasmini Pada: Sabtu, 03 Feb 2018, 06:31 WIB Eksplorasi
Misi NASA untuk Sentuh Matahari Dimulai

Sumber: dailymail

UPAYA NASA untuk melihat dari dekat matahari dimulai. Baru-baru ini NASA menguji wahana baru yang akan 'menyentuh matahari' pada musim panas ini.

Dengan nama Parker Solar Probe (PSP), pesawat berkecepatan 430 ribu mpj (692 ribu km/jam) itu akan mengumpulkan informasi penting tentang kehidupan bintang dan kondisi cuaca angkasa luar.

Informasi itu akan menjadi acuan untuk meningkatkan teknik prakiraan badai matahari dan kejadian cuaca di angkasa luar yang memengaruhi kehidupan di Bumi, satelit, dan misi astronaut di angkasa luar.

Dalam uji tersebut para ahli dari Pusat Penerbangan Antariksa NASA di Greenbelt, Maryland, menurunkan PSP ke ruang vakum termal setinggi 40 kaki (12 meter).

Ruang tersebut menyimulasikan kondisi keras yang akan dialami pesawat ruang angkasa dalam perjalanannya melalui ruang angkasa, termasuk kondisi vakum dan suhu panas serta dingin yang parah.

Pesawat ruang angkasa PSP akan tetap berada di ruangan tersebut selama sekitar tujuh pekan, lalu dikeluarkan pada pertengahan Maret untuk ujian akhir dan pengemasan sebelum berangkat ke Florida.

PSP dijadwalkan meluncur pada Juli 2018 dengan kendaraan peluncuran Delta IV Heavy.

Rencananya PSP diluncurkan dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, Florida, dan akan terbang langsung ke atmosfer matahari.

Setelah diluncurkan, wahana tersebut akan mencapai orbitnya dalam jarak empat juta mil (6,5 juta km) dari matahari atau tujuh kali lebih dekat ke permukaan matahari daripada pesawat ruang angkasa sebelumnya serta akan mengukur aktivitas di permukaan luarnya (korona).

Dalam sebuah pernyataan tertulis NASA dikatakan, "Misi Parker Solar Probe NASA yang bersejarah akan merevolusi pemahaman kita tentang Matahari. Setiap perubahan kondisi akan menyebar ke tata surya, yang memengaruhi bumi dan dunia lainnya."

"Parker Solar Probe akan melintasi atmosfer matahari, lebih dekat ke permukaan matahari daripada pesawat ruang angkasa sebelumnya, menghadapi kondisi panas dan radiasi yang ekstrem, dan pada akhirnya memberi manusia pengamatan yang paling dekat dengan matahari."

Perisai termal yang dipasang pada PSP dapat menahan suhu 1.371 derajat C (2.500 F).

Perisai panas revolusioner yang akan melindungi pesawat ruang angkasa itu dipasang untuk pertama kalinya pada 21 September 2017.

Berbentuk lingkaran berdiameter 8 kaki (2,43 m) dan terbuat dari komposit karbon 4,5 inci (11,43 cm).

Saat ini wahana tersebut sedang dibuat di Laboratorium Fisika Terapan John Hopkins di Laurel, Maryland.

Nasa mengumumkan secara resmi misi PSP dalam acara live stream pada Mei 2017 di Auditorium Pusat Penelitian William Eckhardt University of Chicago.

"Kami ingin mengambil tantangan untuk pergi ke lingkungan termiskin di tata surya dan bertahan di sana," kata Dr Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi Direktorat Misi Sains NASA di Washington.

"Kami ingin mengukur lingkungan di sana dan menemukan proses pemanasan yang membuat korona panas dan proses apa yang mempercepat angin matahari."

Dia menjelaskan Parker Solar Probe secara bertahap akan 'berselancar' lebih dekat ke matahari hingga dalam korona.

Korona lebih panas daripada pusat matahari.

Pesawat itu akan tahan terhadap suhu yang lebih tinggi daripada Probe yang telah ada sebelumnya.

PSP akan membawa beberapa peralatan mutakhir, di antaranya Whisper, yang akan mengambil gambar gelombang matahari saat pesawat tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.

Seperangkat peralatan pencitraan magnetik juga akan disimpan di pesawat itu.

Alat tersebut digunakan untuk mengukur sejumlah besar plasma angin matahari.

(dailymail/NASA/L-1)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More