Pesan Kematian di Hari Pernikahan

Penulis: MI Pada: Minggu, 04 Feb 2018, 09:30 WIB Hiburan
Pesan Kematian di Hari Pernikahan

DOK. FILM PAI KAU

PERKENALAN Edy Wijaya (Anthony Xie) dengan ayah Lucy Liem (Irina Chiu), Koh Liem (Tjie Jan Tan), sehari sebelum pernikahan membuatnya terdiam. Dalam pertemuan itu, Edy tercengang saat Koh Liem dengan dingin menghadapi rekanan bisnisnya yang sedang berdebat.

Tanpa banyak kata, seolah sudah menjadi tabiat, Koh Jun (Verdi Solaiman), orang kepercayaan Koh Liem, menembak kepala salah satu rekan bisnis Koh Liem, persis di depan mata Edy. Lumuran darah dari kepala yang tersungkur di meja menjadi sajian pembuka jelang makan siang Edy beserta calon ayah.

Saat itulah Edy paham ia menikahi anak cukong kelas kakap. Koh Liem pun menambahkan prinsip utama keluarga, bila ada ‘kotoran’ sekecil apa pun, jangan dibiarkan karena lama-lama bisa busuk. Masa lalunya kini menghantuinya. Siska (Ineke Valentina), ‘kotoran’ masa lalu Edy pun, muncul di lokasi pernikah­an. Ia pun menyiapkan kado balas dendam.

Itulah sepintas kisah film Pai Kau yang disutradarai Sidi Saleh. Lulusan sarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu lebih dikenal sebagai sinematografer dan sutradara film pendek, Fitri dan Maryam.

Film berbujet Rp3 miliar itu mengajari kita akan efek domino. Sesuai dengan judulnya Pai Kau (Pai Gow)--Pai Qiu, yang berarti permainan domino. Setiap perbuatan akan ada dampaknya.

Sementara itu, dalam pemilihan pemain, Sidi memilih aktor baru. Seperti Tjie Jan Tan yang merupakan ayah produser juga aktris utama Irina Chiu. Film ini pun menjadi film perdana Irina yang sebelumnya berkarier di dunia perbankan. Boleh dibilang, eksperimen Sidi untuk film panjang pertamanya ini cukup.

Meski ada beberapa dialog yang terasa kurang natural dilontarkan beberapa aktor dan keterbataan, itu tidaklah mengganggu keutuhan film dan tidak merusak premis yang dibangun.

Pai Kau sebagai film panjang pertama Sidi juga boleh dikatakan sebagai penelusuran rekam jejak si sutradara, yang memiliki kenangan masa kecil dengan latar cerita yang dipilih, etnik Tionghoa. Ia tidak asing dengan kawasan Glodok meski semasa kecil dirinya tinggal di Tanah Abang. Ia sering ke Glodok untuk membeli perlengkapan alat rekam sang ayah, yang memiliki bisnis jasa perekaman video pernikahan. Pernikahan, sebagai latar film, juga bukan suatu hal yang asing bagi Sidi karena masa kecilnya ini.

Film yang memang sengaja beredar untuk menyambut Imlek ini tentu sesuai untuk dinikmati mulai 8 Februari nanti. Sebuah pesan kematian di hari pernikahan, berujung kematian kepada si pembawa pesan. (*/M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More