Nikmati Dagingnya, Lepas Tulangnya

Penulis: Putra Ananda Pada: Minggu, 04 Feb 2018, 10:00 WIB Kuliner
Nikmati Dagingnya, Lepas Tulangnya

MI.com/Putra Ananda

DAGING sapi bagian iga merupakan salah satu bagian tubuh sapi yang lezat untuk dikonsumsi. Tekstur kenyal daging yang masih menyelimuti bagian tulang memberikan keasyikan tersendiri saat digigit. Iga dapat disajikan dengan jenis masakan rasa pedas, asam, gurih, dan manis. Apa pun itu pasti terasa lezat ketika sampai di lidah.

Chef Hotel Novotel Tangerang Dedi Sarwono mengakui menu daging iga, utamanya iga tangkar, merupakan salah satu menu dominan masakan Indonesia di hotelnya. Cukup banyak tamu restoran hotel memesan menu iga tangkar. Iga sapi dimasak dengan paduan kuah bumbu kuning dan merah lengkap dengan lontong atau nasi putih sesuai dengan selera masing-masing. “Enak dikonsumsi saat hujan, menikmati makanan sambil berjuang menggigitnya dari bagian tulang tentu hanya iga yang bisa memenuhinya,” ujarnya di Novotel, pekan lalu.

Sebelum iga tangkar disajikan kepada pengunjung restoran, daging iga yang belum dibumbui rempah-rempah perlu di-braising selama kurang lebih 2,5 jam. Braising dilakukan untuk membuat tekstur daging lebih lembut sehingga lebih mudah untuk digigit demi melepasnya dari bagian tulang.

“Tapi harus diperhatikan waktunya, jangan sampai terlalu lama karena daging bisa hancur. Daging yang telah di-braising, selanjutnya akan dimasukkan ke panci yang sudah lengkap dengan kuah tangkar,” papar Dedi.

Waktu yang paling ideal untuk memasukkan daging ke dalam kuah ialah saat suhu kuah sudah panas ditandai dengan cairan kuah yang sudah mulai mendidih. Hal itu dilakukan agar bumbu dapat meresap sempurna ke tekstur daging. Kuah yang belum panas sempurna cenderung membuat bumbu mengendap di dasar panci. “Karena ada lebih dari 10 jenis bumbu rempah-rempah, jangan sampai tidak meresap ke daging. Kombinasi bumbu juga harus diperhatikan takarannya, 40% bumbu merah dan 60% bumbu kuning sehingga paduan rasa gurih masih bisa diimbangi dengan rasa pe­dasnya,” jelasnya.

Sebagai variasi rasa, iga tangkar dapat dikombinasikan dengan emping ataupun acar. Dengan rasa gurih dan pedasnya yang seimbang, iga tangkar sangat menggugah selera. Apalagi, tulang yang me­ngisi antar daging iga cocok sebagai pegangan saat ingin mengganyang habis sisa daging yang masih melekat di permukaan tulang. (Uta/M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More