Penanganan di Asmat Tetap Lanjut

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 08 Feb 2018, 16:57 WIB Humaniora
Penanganan di Asmat Tetap Lanjut

ANTARA

MENTERI Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan meskipun status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua telah dicabut, pemerintah akan terus melakukan penanganan. Sebab saat ini masih terdapat 13 korban dirawat di RSUD Agats, Asmat.

"Asmat sekarang yang dirawat tinggal 13 orang. Kemarin kami telah mengupdate dan tentunya kami membuat langkah-langkah lanjutan," ujar Menkes seusai menghadiri pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan di Gedung Badan PPSDM Kesehatan, di Jakarta, pada Kamis (8/2)

Pemerintah, ujar Menkes, melalui petugas kesehatan akan terus melakukan pendampingan dan menyosialisasikan pangan bergizi yang dapat digunakan kepada masyarakat setempat pascapemulihan selesai. Pendampingan diperlukan agar ketika korban kembali ke kampungnya nanti, masalah kesehatan serupa tidak terulang.

Kementerian Kesehatan akan melibatkan kementerian lain diantaranya Kementerian PUPR serta Kementerian Pertanian dalam membangun infrastruktur serta fasilitas permukiman yang memadai bagi warga Asmat. Menurut Menkes, ketersediaan akses air bersih, sanitasi yang layak, dan pemahaman akan pola hidup sehat penting dilakukan.

Nila lebih jauh menyampaikan bahwa masalah gizi buruk yang terjadi disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat dalam mengolah dan menyajikan makanan. Di samping ketersediaan pangan yang ada.

Ditambah lagi, akses tempat tinggal masyarakat setempat yang sulit dijangkau sehingga mempengaruhi distribusi makanan dan menyebabkan lemahnya ketahanan pangan. "Secara geografis ketahanan pangannya itu tidak akan ada karena 90% wilayahnya terdiri dari rawa," terangnya.

Dia pun menyarankan agar masyarakat mengandalkan sumber pangan lokal yang ada untuk meningkatkan gizi masyarakat. "Ada kelor di sana. Budayakan. Juga kolam ikan kecil, pakai benih untuk kembangbiakan," cetus Menkes.

Kemenkes juga akan menjadikan Puskesmas menjadi salah satu tumpuan warga Kabupaten Asmat untuk upaya kesehatan.

Tercatat ada 16 puskesmas yang melayani 23 distrik dan 224 kampung. Tenaga kesehatannya terdiri dari 13 orang dokter dan diperkuat oleh dua dokter bedah serta satu orang dokter spesialis penyakit dalam yang tergabung dalam program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS).

"Selain tenaga kesehatan, kami membutuhkan pelatihan pelayanan kesehatan dasar untuk penguatan manajerial Puskesmas. Strateginya penguatan bersama oleh Dinkes dan Puskesmas," ungkap Kepala Puskesmas Agats Nathan Rias melalui keterangan pers yang diterima, Kamis (8/2).

Kerja Puskesmas dibantu 39 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari 27 perawat, lima bidan, empat sarjana kesehatan masyarakat, dan dua analis.

Sejauh ini, puskesmas Agats masih membutuhkan dokter gigi dan dokter umum. Lantaran mereka harus melayani ribuan warga di tiga kampung, yakni Asuetsy, Kaye, dan Syuru. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More