Tanah Longsor Tutup Jalan Trans-Sulawesi

Penulis: (VL/RK/JI/CS/AB/BB/N-2) Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 00:47 WIB Nusantara
Tanah Longsor Tutup Jalan Trans-Sulawesi

MI/Lontaan Voucke

DEPRI Pontoh belum beranjak dari Jalan Trans-Sulawesi yang berada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Sejak dini hari hingga tadi malam, Bupati Bolaang Mongondow Utara itu memimpin anak buahnya membersih-kan tanah longsor yang menutup jalan Trans-Sulawesi. “Akibat hujan lebat, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terdampak bencana. Saya bersama para pegawai harus bergerak cepat menangani evakuasi korban dan pemulihan pascabencana,” kata Depri, kamis (8/2).
Di kabupaten ini tanah longsor terjadi di delapan titik ruas Jalan Trans-Sulawesi di wilayah enam kecamatan. Kejadian itu membuat arus lalu lintas yang meng-hubungkan empat kabupaten jadi terhambat. “Untuk membersihkan tanah longsor dari Jalan Trans-Sulawesi, kami mengerahkan sejumlah alat berat. Satu ekskavator dan louder masih terus bekerja,” tambah Kepala Balai Jalan Nasional XV, Riel Jemmy Mantik.

Di sisi lain, tanah ambles terjadi di jalan lintas Riau-Sumatra Barat pada Km 70, Dusun Bukit Agung, Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau. Hal itu terjadi di bagian sisi kanan jalan dengan kedalaman 2 meter dan lebar 6 meter.
Akibatnya, selain kendaraan pribadi yang dapat lewat dengan sistem buka-tutup, arus kendaraan bertonase besar seperti truk dan angkutan barang terpaksa dialihkan ke jalur alternatif. “Tim Satlantas Polres Kampar sudah diturunkan ke lokasi untuk mengatur lalu lintas dan memasang tanda jalur alternatif,” ungkap Kapolres Kampar Ajun Komisaris Besar Deni Okvianto.

Badan jalan itu ambles pada Rabu (7/2) siang. Sampai tadi malam, proses pemulihan masih belum selesai. Di Brebes, Jawa Tengah, tanah longsor terjadi di Dukung Marenggeng, Desa Sindangwangi, Bantarkawung. Jalan kabupaten ruas Bantarkawung-Larangan putus. “Badan jalan semuanya ambles dan tidak dapat dilintasi semua jenis kendaraan,” ujar Kepala Desa Sindawangi, Daryo.

Tanah Longsor juga membuat penghuni delapan rumah harus diungsikan karena rumah mereka terancam. Curah hujan yang tinggi juga membuat 1.623 hektare sawah yang tengah disemai dan 1.146 hektare sawah proses tanam di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, te-rendam banjir. “Sejumlah sungai meluap karena curah hujan yang tinggi sepekan terakhir,” ujar Kepala Dinas Pertanian Karawang Hanafi Chaniago. (VL/RK/JI/CS/AB/BB/N-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More