Pemimpin Oposisi Bangladesh Divonis 5 Tahun

Penulis: AF/Hym/I-1 Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 04:31 WIB Internasional
Pemimpin Oposisi Bangladesh Divonis 5 Tahun

AFP/STR

MANTAN PM Bangladesh dan Pemimpin Oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) Khaleda Zia, kemarin, dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dalam kasus korupsi.

Zia, 72, dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Khusus-5 di Ibu Kota Dhaka, sehubungan dengan penggelapan dana sebesar 21 juta taka (US$252 ribu) dalam sumbangan orang asing yang dimaksudkan untuk Zia Orphanage Trust. Mantan perdana menteri dua kali itu secara konsisten membantah tuduhan tersebut. Dia menilai tuduhan itu bermotif politik.

Mantan sekutu PM Sheikh Hasina itu diperkirakan akan melakukan banding atas keputusan tersebut. Namun, langkah itu bisa berdampak buruk terhadap peluangnya untuk mengikuti pemilihan umum yang akan digelar Desember nanti.

Setelah putusan tersebut, Zia langsung dibawa ke penjara khusus di kawasan tua kota Dhaka. Dia akan mendekam di penjara tersebut sampai para pengacaranya mengajukan banding.

"Ini kasus keliru dan direkayasa. Kami tidak akan menerima keputusan ini," ujar Sekretaris Jenderal BNP Fakhrul Islam Alamgir seusai putusan.

Pengacara Zia, Khandkar Mahbub Hossain mengatakan keputusan itu merupakan pembalasan politik dan akan ditolak pengadilan tinggi.

Dalam kasus yang sama, putranya, Tarique Rahman dan empat orang lainnya telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Zia yang merupakan istri diktator Zia ul-Haq itu menghadapi serangkaian tuduhan lainnya, yang terkait dengan kekerasan dan korupsi.

Keputusan tersebut disambut amarah para pendukung Zia. Bentrokan terjadi di kota-kota besar Bangladesh antara pendukung Zia dengan aparat keamanan dan anggota partai berkuasa.

Polisi menembakkan gas air mata ke arah ribuan aktivis oposisi di Kota Sylhet, kata juru bicara BNP, Abdul Wahab. Sedikitnya empat orang terluka dalam bentrokan tersebut.

Polisi mengatakan mereka menangkap sedikitnya tujuh pejabat BNP di kota pelabuhan Chittagong, termasuk ketua BNP di daerah tersebut setelah terjadi bentrokan pendukung Zia dan polisi.

Bentrokan juga telah meletus sebelum putusan itu dijatuhkan. Polisi menembakkan gas air mata ke arah ribuan pendukung Zia setelah mereka menyerang petugas keamanan yang mengawal mobil yang membawa Zia ke pengadilan.

Stasiun televisi swasta Somoy mengatakan setidaknya lima petugas polisi terluka dan dua sepeda motor dibakar dalam bentrokan yang terjadi beberapa kilometer dari tempat pengadilan.

Seorang perwira senior mengatakan lebih dari 5.000 polisi telah dikirim ke Dhaka dan jalan-jalan di ibu kota.

"Kami telah meningkatkan keamanan di seluruh kota," kata Kepala Polisi Dhaka Asaduzzaman Mia kepada wartawan di luar pengadilan.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More