Warga Kampung Boncos Jangan Takut Melapor

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 10:18 WIB Megapolitan
Warga Kampung Boncos Jangan Takut Melapor

Kawasan Kampung Boncos yang berlokasi di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat---di MI.com/RM Zen

PENINDAKAN pelaku narkoba di Kampung Boncos, Pal­merah, Jakarta Barat, dinilai lebih sulit daripada wilayah lain. Kurang pedulinya warga sekitar menjadi salah satu faktor peredaran narkoba di tempat itu sulit diberantas.

“Ini yang sedang kami bangun, meningkatkan kepedulian warga. Minggu depan kita akan koordinasikan ke forum pimpinan kota untuk perangi narkoba,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Hengki Haryadi, kemarin (Kamis, 8/2).

Hengki menjelaskan beberapa warga bahkan takut melaporkan itu karena ada ancaman dari bandar. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat jangan takut melapor. Pihaknya pasti melindungi dan bertindak tegas sebab banyak anggota polisi yang gugur dalam tugas memberantas narkoba.

“Penyalahgunaan narkoba di Kampung Boncos sudah merenggut banyak korban. Narkoba mulai masuk 1996, dari ganja, putau, heroin, dan sabu. Warga jangan permisif, harus berperan aktif. Jangan takut melapor ke kami,” imbuhnya.

Selain itu, topografi Kampung Boncos menyulitkan penindakan yang dilakukan aparat karena banyak gang sempit. Saat dilakukan ditindak, bebe-rapa kali bandar lolos dari tangkapan. “Jumlah (barang bukti dan tersangka) yang kemarin (digerebek) tidak sesuai dengan peredaran di sana, bandarnya pada lari,” kata Hengki.

Sebelumnya, pada Rabu (8/2) sore, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap sembilan orang pelaku narkoba di Kampung Boncos dengan barang bukti 64 gram sabu dan beberapa senjata tajam. Mereka yang ditangkap rata-rata pemakai dan kurir.

Menurutnya, peredaran narkoba di Kampung Boncos sudah sangat mengkhawatirkan. Sejak Desember 2017, pihaknya menangkap 27 tersangka dengan barang bukti 601,4 gram sabu dan 421 butir ekstasi.

Sementara itu, pada 2017 ada sekitar 900 kasus yang diungkap di Kampung Boncos. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya lantaran penindakan masif.

“Tapi anehnya permintaan narkoba di sana juga masih banyak. Hasil penyelidikan ada permintaan dari pengecer, di sana juga banyak yang HIV, termasuk yang kemarin kami tangkap empat orang HIV,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Suhermanto mengatakan, selain penindakan, pihaknya mengedepankan sisi pencegahan, khususnya bagi anak usia sekolah. Mereka rentan terjerumus.

Baru-baru ini pihaknya menyosialisasikan bahaya narkoba kepada 400 siswa MTs Al-Ihsan di Kampung Boncos. Mereka diberi penyuluhan bahaya narkoba dan diajak berpartisipasi memerangi narkoba di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Saat acara berlangsung, warga sekitar yang awalnya hanya mende-ngar-dengar dari luar pagar akhirnya tertarik dan ikut masuk ke sekolah mengikuti penyuluhan. Para orangtua menyambut baik sosialisasi bahaya narkoba tersebut. “Kita sih berharap di sini bersih peredaran dan pemakai-an narkoba,” cetus seorang bapak. (Mal/J-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More