Karikatur Menyeimbangkan

Penulis: MI Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 10:34 WIB Humaniora
Karikatur Menyeimbangkan

Karya karikaturis Media Indonesia, Budi Setyo Widodo (Tiyok), meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 untuk kategori jurnalistik karikatur berjudul Anti-Pancasila yang dipublikasikan di Media Indonesia, 19 Juli 2017.

KARYA karikaturis Media Indonesia, Budi Setyo Widodo (Tiyok), meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 untuk kate­gori jurnalistik karikatur berjudul Anti-Pancasila yang dipublikasikan di Media Indonesia, 19 Juli 2017. “Ini kali ketiga saya mengikuti Anugerah Jurnalistik Adinegoro, baru menang. Yang membuat saya optimistis karena tahun sebelumnya ada teman yang menang,” kata lelaki 47 tahun itu.

Para juri kategori jurnalistik karikatur, yaitu Gatot Eko Cahyono, Budi G Sadikin, dan Dolorosa Sinaga memilih karya berdasarkan topik, pesan, bahasa visual, komposisi, dan kualitas gambar. Menurut Dolorosa Sinaga, peserta tahun ini menggembirakan karena muncul nama-nama baru dan tampak pendekatan ekspresi yang bersifat eksploratif, elemen gambar dan tulisan tampil lebih sederhana, tapi memiliki kekuatan komunikatif. Hal itu juga diakui Tiyok.

“Karikatur merupakan gambar visual yang di dalamnya berisi kritik­an atau lelucon yang bersifat menghibur, dan berfungsi sebagai penyeimbang. Jadi, saya rasa orang yang melihat karikatur akan senang karena memang memiliki kekuatan komunikatif,” kata dia.

Ia pun berpendapat media tanpa karikatur kurang cerdas. Alasannya, membuat karikatur butuh riset dan diskusi dengan berbagai pihak. Dia juga menegaskan karya karikatur tidak boleh opini, anggapan, sesuatu yang belum terjadi atau apa pendapat orang. “Tetap memegang prinsip keseimbangan. Yang paling membahagiakan, karikaturis kali ini dianggap sebagai jurnalis, setelah dianggap tukang,” ucapnya.

Ayah satu anak asal Kendal, Jawa Tengah, itu juga ingin, ke depan, ada wadah bagi kartunis dan karikaturis. Dia menceritakan banyak yang berprestasi hingga kelas internasional, tetapi wadah untuk menampung karya mereka itu hampir langka.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menentukan pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 untuk enam kategori. Selain jurnalistik karikatur (media cetak), pemenang lima kategori lain terdiri atas in depth reporting, jurnalistik foto (media cetak), news features televisi, news features radio, dan news features media siber. Para pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 akan mendapatkan hadiah Rp50 juta, trofi, dan piagam. Hadiah diserahkan pada Hari Pers Nasional 2018, hari ini, di Padang, Sumatra Barat. (Eno/OL-06/H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More