Rupiah Kembali Melemah

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 15:15 WIB Ekonomi
Rupiah Kembali Melemah

ANTARA

RUPIAH pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (9/2), masih menunjukkan pelemahan 35 basis poin atau sebesar 0,26% di level 13.634 per dlar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada melihat masih adanya kekhawatiran meningkatnya kembali laju dolar AS dan juga kembali meningkatnya permintaan atas dolar AS membuat pergerakan Rupiah cenderung kembali melemah.

"Di sisi lain, pelemahan ini sejalan dengan komentar Bank Indonesia yang menyebutkan depresiasi nilai tukar Rupiah pada Kamis (8/2), yang menembus level Rp13.600 masih tergolong "dinamika normal" karena pelaku pasar melakukan penyesuaian untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve yang diperkirakan terjadi Maret 2018," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (9/2).

Masih terapresiasinya dolar AS seiring pemulihan ekonomi AS yang menunjukan kemajuan membuat pergerakan Rupiah kembali mengalami penurunan.

Di sisi lain, sentimen dari dalam negeri yang cenderung masih positif dianggap kurang kuat mengangkat laju Rupiah.

"Laju Rupiah tertahan di atas target support 13.580 dan diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas. Tetap waspada berbagai sentimen yang dapat memicu pelemahan kembali," tambahnya.

Sementara pergerakan IHSG cenderung variatif. Kembali maraknya aksi jual sempat membawa IHSG ke jurang pelemahan sebelum akhirnya mampu kembali menguat dengan dukungan aksi beli dan imbas penguatan kembali bursa saham Asia.

"Masih terdepresiasinya Rupiah yang diikuti aksi jual asing menjadi sentimen negatif yang menyeret laju IHSG ke zona merah," tuturnya.

Bahkan, menurut Reza, sentimen positif dari Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd yang meningkatkan peringkat utang (Sovereign Credit Rating/SCR) Indonesia dari BBB- dengan prospek positif menjadi BBB dengan prospek stabil sempat tidak dihiraukan pelaku pasar.

Namun demikian, mulai adanya aksi beli terutama pada saham-saham properti dan perkebunan jelang penutupan mampu mengangkat IHSG ke zona hijaunya.

Kembali meningkatkan kekhawatiran akan kenaikan agresif tingkat suku bunga The Fed memberikan imbas negatif sehingga membuat laju bursa saham AS kembali melanjutkan pelemahannya.

Adanya rilis data-data ekonomi yang menunjukan progres membaik yang diikuti rilis kinerja positif dari beberapa emiten tampaknya kurang kuat mengangkat indeks saham AS. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More