Musim Hujan Tiba, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Banyak Lubang

Penulis: Gana Buana Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 18:10 WIB Megapolitan
Musim Hujan Tiba, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Banyak Lubang

ANTARA

KONDISI ruas jalan tol Jakarta-Cikampek saat ini sudah banyak yang berlubang. Paling parah, kerusakan jalan terdapat di KM37 arah Cikampek di lajur satu, dua dan tiga.

Berdasarkan pemantauan, lubang dengan diameter 10 sentimeter terdapat di beberapa titik di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai dari kilometer 8 arah Cikampek. Jalan tersebut membuat kecepatan kendaraan berkurang. Selain itu, di beberapa titik justru membuat padat ruas jalan tol.

Hermawan, salah satu pengendara asal Jababeka, Cikarang, mengaku beberapa kali nyaris terperosok di kubangan yang terdapat di beberapa titik di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. Sebab, lubang tersebut akan tertutup genangan air saat hujan turun.

Menurut Hermawan, selama musim hujan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek tak tertata rapih. Bahkan, kendaraan yang melintas terganggu dengan banyaknya kegiatan proyek yang tengah berjalan.

Ia merasa sangat terganggu dengan kondisi jalan rusak. Sebab, kemacetan yang terjadi bukan karena kepadatan jalan, tetapi juga karena banyaknya kendaraan yang memilih lajunya diperlambat.

"Sudah padat jalan juga rusak, ditambah lagi banyak kendaraan proyek yang melintas," ujarnya, Jumat (9/2).

Abdullah pengendara lainnya asal Jatimulya, Tambun Selatan ini pun merasa sangat terganggu dengan banyaknya lubang yang terdapat di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Padahal, tiap beberapa periode tarif ruas jalan tol selalu naik.

“Kita pakai jasanya tiap hari, tarif juga naik terus. Jadi saya harap Jasamarga segera memperbaiki kerusakan yang ada di jalan tol,” kata Abdullah.

Sementara itu, Kepala Humas Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Irwansyah mengatakan nantinya perbaikan akan dilakukan secara bertahap mengingat titik jalan rusak tidak beraturan. Namun untuk perbaikan sekarang pihaknya tengah memperbaiki ruas jalan di KM12 dari dua arah sekaligus.

"Kami punya tim tutup lubang yang bekerja memantau jalan rusak, bila ditemukan langsung segera diperbaiki," kata Irwansyah.

Irwansyah mengaku, perbaikan jalan terkendala oleh cuaca dan arus lalu lintas yang cukup padat. Karena itu, siasatnya perbaikan jalan dilakukan pada malam hingga dini hari.

"Biasanya perbaikan itu dilakukan saat situasi lalu lintas agak sepi," ujarnya

Sejauh ini kata dia, ada dua metode perbaikan jalan di ruas tol Jakarta-Cikampek, yakni teknik rekonstruksi dan teknik scrapping, filling dan overlay (SFO). Namun, dari dua metode itu, teknik rekonstruksi membutuhkan waktu yang lebih lama.

Pasalnya, bagian jalan yang rusak dikupas dengan kedalaman 20 centimeter, lalu diganti dengan semen cor baru yang telah disesuaikan dengan spesifikasi jalan. Setelah itu, bagian atasnya akan di-overlay agar fisik ruas jalan seperti semula.

Teknik rekonstruksi ini yang diterapkan untuk memperbaiki jalan bergelombang.

"Untuk panjang jalan rusak masih dilakukan pendataan oleh petugas kami," tandasnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More