DKI Pastikan Mulai Bangun ERP Oktober 2018

Penulis: Selamat Saragih Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 19:20 WIB Megapolitan
DKI Pastikan Mulai Bangun ERP Oktober 2018

Dok. MI/Immanuel Antonius

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembangunan jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP) bakal dimulai Oktober tahun ini. Targetnya, ERP sudah mulai dioperasikan Oktober 2019.

Saat ini lelang investasi ERP sedang dilakukan. Tercatat sebanyak 57 perusahaan sudah mendaftar untuk mengikuti lelang tersebut.

"Diharapkan pada Oktober mendatang sudah dapat diketahui pemenang lelangnya," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Andri Yansyah di Jakarta, Jumat (9/2).

Menurut Andri, lelang investasi ini baru pertama kali dilakukan Pemprov DKI. Sistemnya tidak lagi swasta yang membangun, lalu mengoperasikan ERP dalam jangka waktu 20-30 tahun, kemudian baru diserahkan kepada Pemprov DKI.

"Pengembalian investasi yang akan dikeluarkan swasta dalam membangun ERP di dua rute tidak akan dalam sistem BOT (built, operate, transfer)," kata dia.

Pihak yang menjadi operator ERP Jakarta, jelasnya, tetap Dishub DKI Jakarta melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ERP Jakarta yang telah dibentuk.

"Kan sudah ada BLUD. Makanya kami berani lelang sendiri. Tidak lelang di LKPP atau BPPBJ. Pak Gubernur bilang kalau seumpamanya dari BLUD berani tidak? Nah lelang tidak berisiko ya lelang investasi. Supaya tidak pakai uang negara," kata Andri.

Nantinya dari omzet retribusi ERP yang didapatkan setiap tahunnya, lanjut Andri, sebagian akan digunakan untuk membayar cicilan investasi swasta yang membangun ERP. Jumlah cicilannya nanti akan disepakati dalam dokumen lelang yang saat ini prosesnya sedang berjalan.

“Saya bayarnya gimana? Saya bayar cicilan setelah bulan keempat selama lima tahun. Besar cicilannya akan ditentukan kemudian. Itu yang dilelang nanti harga investasi dan cicilan yang terbaik," kata Andri.

Sebagian lagi dari pendapatan retribusi ERP akan masuk dalam kas pendapatan BLUD ERP Jakarta. Pendapatan itu dipakai untuk biaya operasionasl ERP Jakarta dan juga dijadikan dividen yang akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov DKI.

Saat ditanya kenapa bayar cicilannya pada bulan keempat, menurut Andri, karena selama tiga bulan itu pihaknya akan melihat bagaimana kinerja dari swasta pemenang lelang dan kondisi ERP yang telah dibangun.

"Ya kita lihat dulu dong. Kami tetap ada pendampingan kepada mereka, karena kita yang mengoperasikan. Tujuan kita supaya jangan ditinggalkan seusai dia bangun. Sehingga efektivitas teknologi yang digunakan tetap baik dan mereka terus bertanggung jawab.

Untuk besaran investasinya, Andri mengaku tidak tahu. Nilai investasi itu akan dibuka saat proses lelang berjalan. "Kami siapkan datanya seperti lajur panjangnya sekian, mobil lewat sekian. Mereka survei, mereka tawar. Mereka nanti membangun dan kami dampingi. Jadi kami tidak ada risiko,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari perusahaan swasta yagn telah menerapkan uji coba ERP di Jl Sudirman dan Jl H Rasuna Said, investasi yang dibutuhkan untuk membangun ERP sekitar US$300 juta-US$400 juta atau setara dengan Rp4 triliun-Rp5 triliun. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More