Belasan Kasus Pelecehan Seksual di KRL Tidak Tuntas

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 19:37 WIB Megapolitan
Belasan Kasus Pelecehan Seksual di KRL Tidak Tuntas

ANTARA

SEPANJANG 2017 PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat terdapat 12 kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam Commuter Line maupun stasiun.

Hingga pekan pertama Februari 2018, sudah dua kasus pelecehan seksual terjadi. Kendati demikian, dari seluruh kasus tersebut tidak ada kasus yang proses hukumnya berjalan tuntas disebabkan keengganan korban melapor ke pihak berwajib.

"Tidak ada yang proses hukumnya dapat berjalan hingga tuntas karena keengganan korban melanjutkan laporan kasusnya sesuai prosedur aparat penegak hukum," ujar Vice President Corporate Communications PT KCI, Eva Chairunisa, Jumat (9/2).

Sebagai bentuk edukasi dan sosialisasi PT KCI bersama sejumlah komunitas perempuan melakukan kampanye melawan pelecehan seksual di transportasi publik. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB itu bertujuan memberi pemahaman kepada pengguna KRL mengerti bentuk-bentuk pelecehan seksual yang bisa saja terjadi dan bagaimana upaya pencegahan berikut cara membantu diri maupun orang lain yang menjadi korban pelecehan.

"Informasi yang akan diterima pengguna KRL dari kegiatan ini kami yakin dapat lebih memberdayakan sesama pengguna KRL agar semakin peka terhadap bahaya pelecehan seksual saat menggunakan transportasi publik. Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama dari pengguna yang telah memiliki pengetahuan, kami harapkan dapat mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya pelecehan," jelas Eva.

Dalam kegiatan ini, pengguna KRL maupun masyarakat luas dapat menandatangani petisi daring untuk mendorong pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual melalui http://chn.ge/2DS8p1f.

Sebagai bentuk keberlanjutan, kegiatan ini akan berlangsung dua kali setiap bulannya hingga April mendatang di Stasiun-stasiun KRL dengan jumlah pengguna terbesar. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More