Revilitasasi Citarum, Dua Desa Terima KUR

Penulis: Micom Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 21:15 WIB Humaniora
Revilitasasi Citarum, Dua Desa Terima KUR

Artha Graha Peduli, Yayasan Budiasi dan petani binaan melakukan kegiatan penanaman bibit pohon di area nursery---Dok. Artha Graha

ARTHA Graha Peduli (AGP) bekerja sama dengan Yayasan Budiasi dan Bank Artha Graha International menggelar program revitalisasi Sungai Citarum untuk menjaga serta mencegah kerusakan ekosistem sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) tersebut.

Warga yang menetap di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Citarum pun diharapkan bisa mendukung program revitalisasi Citarum itu. Salah satu cara agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik serta efektif ialah dengan tidak menetap di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Ketua Satgas Artha Graha Peduli (AGP) Wisesa Prabowo mengatakan, demi mendukung program tersebut, warga rencananya akan direlokasi dari wilayah DAS untuk kemudian disediakan lapangan kerja.

"Kami memberikan KUR kepada dua desa sepanjang Sungai Citarum dengan harapan warga tidak menetap di kawasan DAS lagi," kata Wisesa, Jumat (9/2), di Jakarta.

Wisesa menuturkan dalam upaya merevilitasasi Sungai Citarum, AGP bekerja sama dengan Yayasan Budiasi dalam menyiapkan bibit pohon untuk ditanam di sepanjang bantaran Citarum.

Sedangkan dari aspek ekonomi, AGP menggandeng Bank Artha Graha Internasional dengan menyalurkan KUR kepada warga di Desa Tarumajaya dan Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jabar. Wisesa mengatakan, masing-masing desa itu memiliki sekitar 14 ribu jiwa.

"Pada tahap awal, 16 petani sayur sudah menerima penyaluran Rp380 juta di Desa Tarumajaya dan ini bisa terus meningkat mengingat hasil sayuran dari desa itu termasuk supplier terbesar untuk Bandung dan sekitarnya," tambah Wisesa.

AGP menilai melalui program KUR ini ada potensi binaan terhadap sekitar 1.000 petani melalui kerja sama melalui Mitra Satuan Pembina Pendamping dan Pengawas (SP3) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Bandung.

"Sesuai dengan potensi desa, warga di desa mendapat pembiayaan sayur-mayur, kentang, wortel, bawang dan kol," pungkas Wisesa. (RO/X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More