Pembangunan Infrastruktur Jalan Bisa Mendongkrak Pariwisata

Penulis: YH/E-2 Pada: Sabtu, 10 Feb 2018, 00:46 WIB Ekonomi
Pembangunan Infrastruktur Jalan Bisa Mendongkrak Pariwisata

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

PRESIDEN Joko Widodo meresmikan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru ruas tahap pertama yang menghubungkan Kota Padang-Sicincin. "Alhamdulillah, kita bisa memulai Tol Padang menuju Pekanbaru yang panjangnya 254 km," kata Jokowi saat meresmikan pembangunan Tol Padang-Sicincin di Jalan Bypass Kilometer 0, Kota Padang, kemarin.

Menurut Presiden, jika pembangunan tol sudah selesai, jalan itu dapat memangkas waktu tempuh Padang-Pekanbaru menjadi 3 jam dari sebelumnya 9 jam.

Kepala Negara menegaskan pemandangan alam yang begitu indah di Sumatra Barat berpotensi untuk berkembang, apalagi ditunjang infrastruktur akses jalan yang baik. "Kalau infrastruktur ini siap, infrastruktur ini ada, berlipatnya bisa 3 kali, 4 kali, bahkan 5 kali. Karena kecepatan menempuh dari satu kota ke kota lain, dari satu kota ke kabupaten lain itu menjadi sangat cepat," kata Presiden.

Jokowi mengatakan pembangunan tol tersebut juga diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat dan dunia usaha sehingga mereka dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Kalau kita ingin memenangi persaingan dengan negara lain yang sangat fundamental dan mendasar, yang pertama harus kita kerjakan ialah infrastruktur karena dengan infrastruktur inilah biaya transportasi dan biaya logistik akan jauh lebih murah," ujar Jokowi.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, proyek itu membutuhkan investasi sekitar Rp78 triliun. "Direncanakan masa pelaksanaan 2018-2023. Nanti ada terowongan sepanjang 7 kilometer yang dikerjakan dengan loan (pinjaman) dari JICA (Badan Kerja Sama Internasional Jepang)," ujarnya.

Pembangunan tol akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap I Padang-Sicincin sepanjang 28 kilometer, tahap II Bangkinang-Pekanbaru 38 kilometer, kemudian tahap III Sicincin-Bangkinang sepanjang 189 kilometer.

Pembayaran pembebasan lahan, kata Basuki, akan menggunakan dana talangan dari PT Hutama Karya selaku badan usaha jalan tol (BUJT) yang ditugasi pemerintah untuk membangun sejumlah ruas Tol Trans-Sumatra. "Dana talangan BUJT ini bertujuan mempercepat proses pembebasan lahan sehingga dapat segera dimulai konstruksi," jelasnya.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More