Pertumbuhan Industri dan Pertanian Perlu Keseimbangan

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 22:16 WIB Ekonomi
Pertumbuhan Industri dan Pertanian Perlu Keseimbangan

ANTARA

HARUS ada keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pertanian. Apalagi, saat ini banyak terjadi alih fungsi di lahan pertanian di berbagai daerah.

"Alih fungsi lahan untuk industri harus ada keseimbangan, bagaimana satu sisi melihat pertumbuhan industri dan satu sisi lain juga bagaimana masalah pertanian itu tidak terganggu, baik kuantitasnya maupun kualitasnya,” ungkap Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko di Jakarta, Jumat (9/2).

Menurutnya, permasalahan antara pertumbuhan industri dan pertanian harus adanya keseimbangan, dimana pertumbuhan industri jangan sampai mengganggu produktivitas dari pertanian. Karena persoalan tenaga kerja pun harus menjadi sorotan, melihat dari sisi pertumbuhan industri yang mampu memberikan kontribusi atas pertumbuhan tenaga kerja.

“Tetapi di depan mata ini persoalan tenaga kerja juga tak bisa dihindari. Satu sisi industri juga memberikan kontribusi atas pertumbuhan tenaga kerja, pada sisi yang lain pertanian jangan sampai diabaikan, maka diperlukan kesimbangan. Untuk itu keseimbangan yang kita ajari dalam segi pertanian, bagaimana produktivitas kita tingkatkan," ujarnya mantan Panglima TNI ini dalam siaran persnya.

Moeldoko menambahkan, kedaulatan pangan itu perlu. Negara tak akan kuat jika mengisi perut rakyat saja didapatkan dari negara lain.

"Walau punya duit banyak, tapi jika tak ada bahan makanan yang bisa dibeli. Alamat negara itu mudah diinvasi negara lain," tuturnya.

Dijelaskannya, dari sisi ketahanan nasional, menjaga ketahanan pangan itu baik. Akan lebih bagus lagi menuju pada kedaulatan pangan dan swasambada pangan.

"Ketahanan pangan itu tidak peduli barangnya darimana karena yang penting bisa makan. Tapi berdaulat pangan artinya mandiri tanpa menggantungkan pasokan dari luar," papar Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.

Dia menambahkan, bicara pada kedaulatan pangan, maka pasokan pangan harus dari dalam negeri. Apabila suatu saat negara tidak punya uang, maka tidak bisa beli pangan.

"Akibatnya akan terjadi goncangan. Ketahanan pangan negara menjadi lemah dan stabilitas nasional bisa terganggu," pungkasnya. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More