Dihajar Hujan, Tol Penuh Lubang Hantui Pengendara

Penulis: Gan/J-4 Pada: Sabtu, 10 Feb 2018, 01:46 WIB Megapolitan
Dihajar Hujan, Tol Penuh Lubang Hantui Pengendara

Dok. MI

KARENA diterpa musim hujan, kondisi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dipenuhi banyak lubang di sana-sini. Kepadatan pun meningkat di ruas-ruas tersebut karena kendaraan melambat ketika menghadapi lubang yang ukurannya bisa mencapai diameter 10 sentimeter.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kondisi kerusakan paling parah terdapat di Kilometer (Km) 37 arah Cikampek, pada lajur satu, dua, dan tiga. Lubang-lubang dengan rata-rata diameter 10 sentimeter tersebar di beberapa titik di ruas tol tersebut, mulai Km 8 arah Cikampek.

Hermawan, salah satu pengendara asal Jababeka, Cikarang, mengaku kondisi ruas Tol Japek acak-acakan selama musim hujan. "Sudah padat jalan juga rusak, ditambah lagi banyak kendaraan proyek yang melintas," ujarnya.

Dia mengaku beberapa kali nyaris terperosok di lubang pada ruas tol tersebut. "Lubangnya kan kurang jelas terlihat saat hujan, tertutup genangan," terangnya.

Selain merasa sangat terganggu dengan kondisi jalan rusak, ia mengeluhkan kepadatan ruas tol. "Banyaknya kendaraan yang memilih jalannya diperlambat jadi macet," imbuh Hermawan.

Abdullah pengendara lain asal Jatimulya, Tambun Selatan, ini pun merasa sangat terganggu dengan banyaknya lubang yang terdapat di ruas tol tersebut. Padahal, tarif tol selalu naik setiap beberapa periode tertentu.

"Kita pakai jasanya tiap hari, tarif juga naik terus. Jadi, saya harap Jasa Marga segera memperbaiki kerusakan yang ada di jalan tol," kata Abdullah.

Bertahap

Kepala Humas Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Irwansyah, mengatakan, perbaikan akan dilakukan secara bertahap karena titik jalan rusak tidak beraturan. Untuk saat ini, pihaknya memperbaiki ruas jalan di Km 12 pada dua lajur arah sekaligus.

"Kami punya tim tutup lubang yang bekerja memantau jalan rusak. Bila ditemukan langsung segera diperbaiki," ujarnya.

Irwansyah mengaku, perbaikan jalan terkendala oleh cuaca dan arus lalu lintas yang cukup padat. Karena itu, Jasa Marga menyiasatinya dengan melakukan perbaikan pada malam hingga dini hari. "Biasanya dilakukan saat situasi lalu lintas agak sepi," ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, ada dua metode perbaikan jalan di ruas Tol Japek, yakni teknik rekonstruksi dan teknik scrapping, filling, dan overlay (SFO). Dari dua metode itu, teknik rekonstruksi membutuhkan waktu lebih lama.

Dalam teknik itu, bagian jalan yang rusak harus dikupas dengan kedalaman 20 sentimeter lalu diganti dengan semen cor baru yang telah disesuaikan dengan spesifikasi jalan. Setelah itu, bagian atasnya akan di-overlay agar fisik ruas jalan seperti semula.

Teknik rekonstruksi ini diterapkan untuk memperbaiki jalan bergelombang. "Untuk panjang jalan rusak masih dilakukan pendataan oleh petugas kami," tandasnya.

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More