Siapa Pejuang Kemanusiaan di Maarif Award 2018

Penulis: Syarif Oebaidillah Pada: Jumat, 09 Feb 2018, 23:11 WIB Humaniora
Siapa Pejuang Kemanusiaan di Maarif Award 2018

MI/Ramdani

UNTUK menjawab kerinduan akan keteladanan para pemimpin di ranah lokal, Maarif Institute kembali menggelar Maarif Award.

Perhelatan pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memunculkan para pemimpin lokal yang memperjuangkan nilai-nilai keindonesiaan dan kemanusiaan.

"Ibarat oase yang menyuntikan harapan baru (new hope) dan menumbuhkan model-model alternatif (role model), para pemimpin ini diharapkan dapat melakukan penguatan dan pemberdayaan masyarakat sipil dalam upaya pencegahan kekerasan sektarian. Selain itu juga mampu menjembatani hubungan antar-agama di kalangan masyarakat akar rumput," kata Direktur Maarif Institute M Abdullah Darraz melalui rilisnya di Jakarta, Jumat (9/2).

Dikatakan, mereka merupakan pejuang kemanusiaan dan penggerak proses perubahan sosial di tingkat akar rumput dengan komitmen tinggi terhadap toleransi, pluralisme, moderasi, dan keadilan sosial.

Maarif Award adalah program penghargaan dua tahunan yang diberikan untuk mengangkat model-model keteladanan dan kepemimpinan lokal dengan komitmen terhadap nilai-nilai kebinekaan, anti kekerasan, dan anti diskriminasi.

"Penyelenggaraan award 2018 diharapkan menemukan sosok atau pun institusi yang mampu menjadi antitesis sekaligus strategi cerdas, dalam menanggapi tantangan kemajemukan yang kini membayangi masyarakat Indonesia," ujar Ketua Dewan Juri Maarif Award Sudhamek AWS.

Maarif Award kali ini adalah penyelenggaraan ketujuh, setelah sebelumnya diadakan pada 2007, 2008, 2010, 2012, 2014 dan 2016. Dari enam kali penyelenggaraan itu, terdapat 14 pejuang kemanusiaan di tingkat lokal.

Kesemuanya ditemukan dari pelosok Nusantara, dari Poso, Ambon, Maluku, Lombok, Blitar, Salatiga, Magelang, Cilacap, Semarang, Medan dan Padang.

"Para pejuang kemanusiaan itu ditemukan oleh publik dari beragam lokasi, yang tak pernah terkira sebelumnya. Mereka bekerja di dalam segala keterbatasan. Akan tetapi semangat mereka mampu melintas batas keterbatasan itu," tambah anggota tim juri Clara Joewono. (OL-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More