Test Event Perlu Dievaluasi Lagi

Penulis: Budi Ernanto Pada: Sabtu, 10 Feb 2018, 06:01 WIB Olahraga
Test Event Perlu Dievaluasi Lagi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

PANITIA penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) menyatakan ada beberapa hal yang masih terjadi kekurangan saat pelaksanaan test event.

Test event yang digelar di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 8-15 Februari itu mempertan-dingkan delapan cabang olah-raga (cabor), yakni basket, voli, taekwondo, angkat besi, pencak silat, tinju, panahan, dan atletik.

"Kami tidak membela diri, tapi memang fungsi test event ialah mendeteksi kekurangan," kata Ketua Inasgoc Erick Thohir di Jakarta, kemarin.

"Dalam catatan kami, ada tiga isu krusial yang harus dicari solusinya, yaitu transportasi, proses akreditasi, dan operator ruang kontrol," ujar Erick.

Untuk transportasi, yang masih menjadi kendala ialah waktu tempuh dari Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta menuju Kompleks GBK.

Menurut Erick, kemacetan di Ibu Kota harus dikurangi untuk bisa mempercepat kendaraan yang membawa para atlet dan tim ke lokasi pertan-dingan.

Dalam uji coba yang pernah dilakukan pihak Inasgoc, jika hujan turun saat macet, waktu tempuh bisa lebih dari 1 jam.

"Kami punya dua opsi, pertama pakai jalur khusus Asian Games. Itu memakai jalur bus Trans-Jakarta. Kedua, pakai tol. Tapi, kami ingin mempunyai opsi lebih, opsi ketiga atau keempat sembari tetap menjalankan dua opsi yang pertama," kata Erick.

Dengan jalur khusus Asian Games 2018, waktu tempuh dari wisma atlet menuju Kompleks GBK ialah 41 menit. Jika lewat tol, waktu tem-puh bisa 27 menit hingga 31 menit.

"Nah, bagaimana caranya bisa kurangi kemacetan. Salah satu cara yang bisa dilakukan liburkan sekolah. Itu berpengaruh 20%-30% terhadap volume kendaraan. Namun, itu bukan wewenang kami. Cara lainnya, menyesuaikan jam kerja kantor," kata Erick.

Pengaturan akreditasi

Proses akreditasi harus diatur batas waktunya. Untuk saat test event saja, jumlah atlet yang bertanding mencapai 1.200 orang dari dalam dan luar negeri.

Belum lagi wartawan, relawan, delegasi dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), pengurus cabor nasional dan internasional, dan beberapa lembaga lain.

Para wartawan sempat me-ngeluhkan proses akreditasi yang belum selesai bahkan saat test event sudah dimulai. Apalagi saat Asian Games 2018 digelar pada Agustus, diperkirakan jumlah atlet akan mencapai 15 ribu orang.

Jumlah relawan mencapai 15 ribu dan wartawan 5.000 orang. "Kalau soal operator ruang kontrol, hanya perlu pengarahan," kata Erick.

Selebihnya, mengenai arena pertandingan dan wisma atlet, disebutkan tidak ada masalah berarti.

Namun, untuk arena pertandingan, dinilai perlu ruangan tambahan. Misalnya, di arena basket, perlu dua loker tambahan dan saat ini baru ada dua loker.

Daya tampung Wisma atlet masih cukup memadai. Saat Asian Games 2018 mulai pada Agustus mendatang berlangsung juga diprediksi masih menyisakan lima ribu kamar.

Terkait dengan keamanan, Wakil Ketua Inasgoc Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pengamanan telah dilakukan secara ketat sejak test event. Apalagi, para atlet dari 45 negara akan turut berpartisipasi.

Menurut Sjafrie, selain dibantu pasukan keamanan, pihaknya menggunakan teknologi. "Untuk di Stadion Utama (SU) GBK, itu ada ka-mera yang memantau per-gerakan seseorang.

Teknologi bantuan dari pemerintah Jepang itu dapat menayangkan wajah orang yang dicurigai di layar besar," jelas dia.

(Beo/R-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More