Menteri Susi Jajaki Ekspor Ikan Langsung ke Darwin

Penulis: MI Pada: Selasa, 13 Feb 2018, 12:33 WIB Ekonomi
Menteri Susi Jajaki Ekspor Ikan Langsung ke Darwin

MI/Kristiadi

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, berbagai pihak seharusnya dapat membuat dan memanfaatkan jalur pelayaran yang langsung ke luar negeri sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor nasional.

Dia mencontohkan, seharus­nya ada jalur pelayaran nasional, seperti dari Tual (Maluku) ke Darwin (Australia). Begitu juga pelayaran komoditas perikanan dari Natuna seharusnya tidak ke Jakarta, tetapi bisa langsung ke Batam. “Karena dari Batam lebih dekat jaraknya dengan berbagai buyer atau pihak pembeli yang terdapat di sejumlah negara tujuan ekspor,” ujarnya, seperti dikutip Antara, kemarin.

Soal ekspor ikan, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, sesuai dengan arahan Menteri Susi, pihaknya bisa memanfaatkan maskapai Garuda Indonesia yang akan membuka penerbangan Saumlaki-Darwin. “Jadi, memasarkan ikan itu untuk mengantisipasi kemungkinan tempat duduk (seat) penumpang belum terisi penuh,” ujarnya.

Pertimbangannya, kebutuhan industri ikan di Darwin maupun provinsi lain di Australia relatif tinggi sehingga peluang bisnis ini harus dimanfaatkan Maluku yang memiliki potensi lestari ikan 3,1 juta ton/tahun.

“Investor silahkan berinvestasi di Maluku karena stabilitas keamanan sebagai persyaratan utama tidak menjadi masalah dan Pemprov maupun Pemkab/Pemkot siap memberikan kemudahan,” kata Gubernur.

Dia mengakui, dua investor siap menanamkan modal untuk ekspor ikan yang dijadwalkan pada Maret dan April 2018. PT Harta Sumudera, kata dia, telah melakukan ekspor perdana ke Sydney, Australia, 16 Januari dan Singapura 1 Februari, dengan memanfaatkan jasa maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Sales Manager PT Garuda Indonesia Cabang Ambon, Agny Gallus Pratama, mengemukakan program Pemprov Maluku telah disampaikan kepada dirut maupun jajaran manajemen di pusat. “Prinsipnya siap mendukung program Pemprov Maluku. Bahkan, pesawat siap dioperasikan,” ujarnya.

Namun, pihaknya masih mempertimbangkan kemungkinan mengajukan permohonan subsidi kepada pemerintah mengantisipasi sewaktu-waktu jumlah penumpang tidak memenuhi seat tersedia. (E-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Setujukah Anda aparat keamanan untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terorisme di Indonesia?





Berita Populer

Read More